Artikel Ilmiah : F1A010056 a.n. TITO PRIYO PRATOMO
| NIM | F1A010056 |
|---|---|
| Namamhs | TITO PRIYO PRATOMO |
| Judul Artikel | JANGAN MENGAKU KAYA KALAU BELUM PUNYA MOTOR TUA (Fenomena Motor Antik Sebagai Simbol Status Sosial di Purwokerto) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Alat transportasi dari masa ke masa, terus mengalami berbagai perkembangan, perkembangan alat transportasi ini bertujuan untuk mempermudah manusia dalam proses kehidupan sosialnya. Seperti halnya sepeda motor yang keberadaannya diperuntukkan sebagai alat transportasi yang mudah dan efisien dan terus berkembang dari masa ke masa, akibat dari berkembangnya zaman, pergeseranpun terjadi, motor pada masa kini tidak lagi hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai gaya hidup. Salah satunya adalah motor antik yang keberadaannya sudah kian menjamur di tengah perkembangan motor-motor baru yang semakin canggih dan futuristik. Membuat fenomena ini menarik untuk dikaji karena keberadaan mereka yang jarang dan sering dipandang sebelah mata tetapi begitu berharga bagi penggemarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana motor antik digunakan sebagai simbol status sosial bagi pemiliknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling , sasaran penelitiannya adalah pemilik motor antik yang berada di dalam komunitas maupun yang tidak tergabung dalam komunitas kemudian didukung dengan masyarakat awam yang tidak menggunakan motor antik sebagai sasaran pendukung. Hasil penelitian yang didapatkan melalui serangkaian wawancara dengan pemilik motor antik, motor antik dipilih karena motor antik memiliki bentuk yang berbeda serta memiliki ruh dan aura yang membuatnya berbeda dengan motor kebanyakan. Dari segi penggunaan motor antik tidak digunakan sebagai alat transpotasi sehari-hari tetapi lebih kepada barang koleksi yang hanya digunakan pada saat-saat tertentu. Pada penggunaan lain, ada juga yang digunakan sebagai alat transportasi harian tetapi melalui pertimbangan tertentu. Kemudian juga ditemukan istilah kolekdol dikoleksi tapi juga dijual, sebagian responden juga menganggap motor antik dapat dijadikan barang investasi karena tren harga yang terus meninggi. Dari data yang diperoleh, pemilik motor antik sendiri bangga dengan tunggangan mereka, karena mereka menganggap tunggangan mereka berharga layaknya berlian yang membuat mereka merasa kaya dalam memilikinya. Hal ini disebabkan karena terdapat kesulitan tersendiri dalam merawatnya, kesulitan tersebut kemudian diperkuat dengan jargon “jangan mengaku kaya kalau belum punya motor tua” yang dibentuk oleh komunitas. Secara umum masyarakat ada yang mengetahui hobi ini bukanlah hobi yang murah untuk digeluti, tetapi ada juga yang menganggap bahwa motor antik kurang memiliki nilai. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | From time to time, mode of transport keeps continuing to undergo many developments, this mode of transport development has a purpose to ease people in their social life process. As well as motorcycles, their existence is aimed to be a mode of transport which is easy and efficient. Furthermore, their existence keeps developing from time to time as the result of the era changes. As the reshuffling of the meaning, motorcycles in this era are not only used as mode of transport, but also as a life style. One of the examples is antique motorcycles which become popular in the middle of new motorcycles development that is sophisticated and futuristic. This condition makes this phenomenon becomes interesting to be analyzed because their rare existence and underestimation from people is in the opposite way of the admiration from their fans. This research has a purpose to describe about the way of antique motorcycles is used as a symbol of social status for the owners. The method of this research is qualitative descriptive method. The sampling technique is purposive sampling. The subject of the research is the owners of antique motorcycle inside the community or those who do not join in a community, and the ordinary people who do not use antique motorcycle as a supporting subject. As result of the research which is obtained from some interviews with the owners of antique motorcycles, the antiques motorcycles are chosen because they have different shape, and they have soul and aura that make them different from other motorcycles. From the side of the usage of the antique motorcycles, they are not be used as the daily mode of transport. The antique motorcycles are only collections and used in particular occasion. For the other owners, they use the antique motorcycles for daily mode of transport in some considerations. There is also a word “kolekdol” which means the collection to sell. Some correspondents think that antique motorcycles can be things for investment because of the price trend which gets higher by the time. From the result data, the owners of antique motorcycles are proud of their vehicles because they think their motorcycles are as precious as a diamond, and it makes them feel rich to have those vehicles. This condition is caused because the difficulty to take care the antique motorcycles, and another difficulty comes from the jargon “do not feel rich before owing antique motorcycles” that grows in the community. In general, people know that this hobby is not a low budged hobby, however, some of people think that antique motorcycles have less meaning. |
| Kata kunci | motor, antik, simbol, status, sosial |
| Pembimbing 1 | Dr. Rawuh Edy Priyono, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. FX. Wardiyono, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Joko Santoso, M. Si |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2015-05-25 10:48:16.097483 |