Artikel Ilmiah : G1F011027 a.n. IRMA SETYAWATI

Kembali Update Delete

NIMG1F011027
NamamhsIRMA SETYAWATI
Judul ArtikelPEMBUATAN NANOSUSPENSI EKSTRAK PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk) BERBASIS POLIMER ALGINAT SECARA GELASI IONIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) diketahui dapat meningkatkan derajat spermatogenesis, dalam testis, jumlah maupun motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanosuspensi ekstrak purwoceng secara gelasi ionik yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dari ekstrak purwoceng.
Nanosuspensi ekstrak purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) dibuat menggunakan polimer natrium alginat dan crosslinker kalsium klorida dengan metode gelasi ionik. Dilakukan evaluasi organoleptik, pH, uji sedimentasi yang selanjutnya dikarakterisasi menggunakan particle size analyzer (PSA) dan transmission electron microscope (TEM).
Hasil nanosuspensi ekstrak purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) diperoleh formula yang paling stabil yakni yang terdiri dari 0,001% natrium alginat, 18 mM kalsium klorida, 0,666 % ekstrak purwoceng dengan perbandingan polimer dan crosslinker yakni 1,6 : 0,4 mL (F129). Hasil uji organoleptik menghasilkan nanosuspensi berwarna kuning bening, koloid agak kental, dan bau khas ekstrak akar purwoceng. Evaluasi pH menunjukkan nanosuspensi memiliki pH 4, stabil dalam uji sedimentasi dan tidak menunjukkan adanya aglomerasi. Tetesan nanosuspensi formula F129 setelah diamati dari hasil PSA memiliki ukuran rata-rata 150,8 nm (SD=100,5 nm). Morfologi nanosuspensi berbentuk sferis dengan rentang ukuran antara 150 hingga 630 nm dan nilai zeta potensial sebesar -2,29 mV. Kesimpulannya formula F129 dapat membentuk nanosuspensi ekstrak purwoceng yang optimum dengan perbandingan polimer dan crosslinker yaitu 4:1.
Abtrak (Bhs. Inggris)Pimpinella pruatjan Molk (Purwoceng) is known to increase the degree of spermatogenesis in the testes, the number and motility of spermatozoa. This study aimed to make purwoceng nanosuspension with ionic gelation in order to increase the effectiveness of purwoceng roots extract.
Pimpinella pruatjan Molk (Purwoceng) nanosuspension was made by using polymer sodium alginate and crosslinker calcium chloride with ionic gelation method. Its stability were evaluated by organoleptic, pH, sedimentation test and characterized by using PSA (particle size analyzer) and TEM (transmission electron microscope).
The nanosuspension of purwoceng roots extract result were collected through the most stable formula which contained 0.001% sodium alginate, 18 mM calcium chloride, and 0.666% purwoceng roots extract, or by comparing polymer and crosslinker of 1,6 : 0,4 mL (formula F129). Organoleptic result were clear yellow colloid, slightly viscous, and smell like purwoceng roots extract. Nanosuspension has pH 4, stable on sedimentation stability test and showed no agglomeration. Nanosuspension’s drops of formula F129 were observed by PSA result at average size 150,8 nm (SD=100,5). Nanosuspension morphology was spheris with average size 150 nm until 630 nm and potential zeta value were -2.29 mV. Therefore, it can be concluded that formula F129 can form optimum nanosuspension of purwoceng roots extract.
Kata kunciNanosuspensi, Pimpinella pruatjan Molk, Natrium Alginat, Kalsium Klorida, Gelasi Ionik.
Pembimbing 1Dr. Uyi Sulaeman, S.Si., M.Si
Pembimbing 2Dhadhang Wahyu Kurniawan, M.Sc., Apt
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2015-05-25 07:58:56.223366
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.