Artikel Ilmiah : C1A011065 a.n. ELHA HERTANDA CAHYA ASHARI
| NIM | C1A011065 |
|---|---|
| Namamhs | ELHA HERTANDA CAHYA ASHARI |
| Judul Artikel | ANALISIS SOSIAL EKONOMI PEDAGANG SATE BEBEK DI KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Analisis Sosial Ekonomi Pedagang Sate Bebek di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosial dan ekonomi seperti usia, jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, modal, lama kerja (pengalaman) dan jam kerja dengan pendapatan pedagang sate bebek di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, mengetahui pendapatan perkapita pedagang sate bebek dalam memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banyumas, serta mengetahui pendapatan bersih pedagang sate bebek dalam memenuhi konsumsi keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survey, jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer,dan metode pengumpulan data dilakukan melalui hasil wawancara dan kuisioner. Alat analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis tabulasi silang untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan pendapatan, sedangkan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pedagang sate bebek digunakan perbandingan pendapatan perkapita dengan Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banyumas, dan untuk mengetahui konsumsi digunakan analisis APC (Average Propensity to Consume). Berdasarkan hasil penelitian pada pedagang sate bebek faktor social ekonomi jumlah tanggungan dan jam kerja memiliki hubungan dengan pendapatan pedagang sate bebek, sedangkan faktor sosial ekonomi usia, tingkat pendidikan, modal dan lama kerja (pengalaman) tidak memiliki hubungan dengan pendapatan pedagang sate bebek di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Menurut perbandingan pendapatan per kapita dan Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas, belum semua pedagang sate bebek memiliki pendapatan diatas standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas. Dari perhitungan APC diketahui bahwa belum semua pedagang dapat memenuhi konsumsi keluarga dari pendapatan bersih sebagai pedagang sate bebek Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah pedagang sate bebek perlu menambah jam kerja apabila ingin meningkatkan pendapatan yang diperoleh, selain itu perlunya promosi agar sate bebek di Kecamatan Tambak dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas akan meningkatkan pendapatan pedagang sate bebek dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The title of this research is "Analysis of Social Economic Duck Satay Trader in Tambak District, Banyumas Regency". The purpose of this research is to analyze the relationship between social and economic factors such as age, number of dependent family members, education levels, capital stock, length of working (experience) and working hours with income of duck satay trader in Tambak District, Banyumas Regency, to know per capita income of trader duck satay to fulfill the standard of Decent Living Needs (DLN) in Banyumas Regency, and to know net income of duck satay trader to fulfill families consumption. This research used descriptive analyze using a survey method, type and sources data are used which is primary data collected by interviews and questionnaires. The analysis tools which is cross tabulation to determine the relationship of social economic factors with income, whereas to determine the level of duck satay trader welfare used per capita income comparison with standard of DLN in Banyumas Regency, and to determined income of duck satay trader to fulfill family consumption used APC (Average propensity to Consume). Based on the results on social economic factors duck satay trader and the number of dependents and working hours has a relationship with income duck satay trader, while social economic factors as age, education levels, capital stock and length of working (experience) does not have a relationship with income duck satay trader in Tambak District, Banyumas Regency. According to the comparison between per capita income and standard of DLN in Banyumas Regency, not all traders have income above standard of DLN in Banyumas Regency. Based on the calculation of the APC showed not all of traders could fulfill family consumption from net income of duck satay trader Tambak District, Banyumas Regency. The implication of this research is the duck satay trader should adding an extra time for working hours if their want to increase the income, as well as the promotion for duck satay in Tambak District are needed to make public recognize so it will be increase the income of duck satay trader and also could increase their welfare. |
| Kata kunci | Sosial ekonomi, Pedagang Sate Bebek, Konsumsi |
| Pembimbing 1 | Drs. Hary Pudjianto, MM. |
| Pembimbing 2 | Drs. Oke Setiarso, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2015-05-15 22:13:38.905512 |