| NIM | B1J011115 |
| Namamhs | ENUR AZIZAH |
| Judul Artikel | ANALISIS KEKERABATAN BEBERAPA KULTIVAR UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) BERDASARKAN PENANDA RAPD
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Indonesia mempunyai tingkat keragaman plasma nutfah ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang tinggi yang diperoleh melalui upaya eksplorasi. Teknologi di bidang pemuliaan tanaman ubi jalar telah banyak menghasilkan kultivar baru yang lebih unggul. Informasi tentang hubungan kekerabatan sangat diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan keragaman genetik yang tinggi guna mendukung pengembangan dan perakitan kultivar ubi jalar unggul yang baru. Informasi tentang hubungan kekerabatan genetik antar kultivar dapat diketahui berdasarkan karakter tanaman, salah satunya karakter molekuler yaitu dengan menggunakan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara 8 kultivar ubi jalar menggunakan 10 primer berdasarkan teknik RAPD. Kesepuluh primer yang digunakan yaitu OPA-1, OPA-2, OPA-3, OPA-4, OPA-9, OPA-11, OPA-13, OPA-15, OPA-16, dan OPA-18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 primer yang digunakan, diperoleh 9 primer yang menghasilkan pita polimorfik (90.4%) dan 1 primer lainnya yaitu OPA-18 mengahasilkan pita monomorfik. Tingkat kemiripan genetik berkisar antara 0.37-0.93. Dendogram yang dibangun menggunakan UPGMA pada program NTSYS pc-2.02i menunjukkan bahwa pada koefisien 55% terbentuk 2 kelompok yang tidak spesifik. Kelompok pertama terdiri dari satu kultivar (I. batatas ‘Cangkuang’) dan kelompok kedua terdiri dari tujuh kultivar (I. batatas ‘Antin’, ‘Ungu Tua’, ‘Borobudur’, ‘Sukuh’, ‘Sari’, ‘Beta’, dan ‘Kidal’). Tingkat kekerabatan paling dekat ditunjukkan oleh I. batatas ‘ Daya’ dan I. batatas ‘Borobudur’ dengan koefisien similaritas sebesar 93%, sedangkan kultivar yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh yaitu I. batatas ‘Cangkuang’ dengan I. batatas ‘Antin’ dengan koefisien similaritas mencapai 37%. Pengelompokkan menunjukkan kemungkinan bahwa kultivar-kultivar tersebut tersebar dari sumber daya genetik yang sama. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia has high diversity of sweet potato (Ipomoea batatas L.) germplasms that are produced by exploration efforts. Sweet potato plant breeding technology has already produced a great number of new high quality cultivars. Information about genetic relationship is needed to retain the high diversity of sweet potato cultivars. The information is based on their molecular characteristics. One way to analyze their relationship is by using RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) marker. The aim of this study was to determine the relationships among eight sweet potato cultivars by using ten primers based on RAPD technique. Ten primers that were use were OPA-1, OPA-2, OPA-3, OPA-4, OPA-9, OPA-11, OPA-13, OPA-15, OPA-16, and OPA-18. The results showed that nine out of ten primers could detect polymorphic bands (90.4%). OPA-18 was the one that produced monomorphic band. Genetic similarity level ranged from 0.37 to 0.93. Two unspecific groups were formed at coefficient of 55% from dendogram which are resulted from UPGMA on NTSys pc-2.02i program. The first group consisted one cultivar (i.e. Ipomoea batatas ‘Cangkuang’). The second group consisted of seven cultivars (i.e. Ipomoea batatas ‘Antin’, ‘Ungu Tua’, ‘Borobudur’, ‘Sukuh’, ‘Sari’, ‘Beta’, and ‘Kidal’). The nearest relationships were Ipomoea batatas ‘Borobudur’ and ‘Ungu Tua’ had the highest similarity coefficient with percentage of 93%. The lowest similarity coefficient were found between Ipomoea batatas ‘Cangkuang’ and ‘Antin’ with percentage of 37%, so both had the farthest relationships. Cultivars of each group indicated possibility of the same genetic resource. |
| Kata kunci | kultivar ubi jalar, hubungan kekerabatan, RAPD |
| Pembimbing 1 | Dra. Wiwik Herawati, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Drs. Adi Amurwanto, M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-05-15 13:49:34.786914 |
|---|