Artikel Ilmiah : C1A011027 a.n. INDAH DESTA PERMATASARI

Kembali Update Delete

NIMC1A011027
NamamhsINDAH DESTA PERMATASARI
Judul ArtikelANALISIS PENGARUH TINGKAT INFLASI, PENGANGGURAN DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP KEMISKINAN TAHUN 2003-2012 (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANJARNEGARA, BANYUMAS, PURBALINGGA DAN CILACAP)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Pengangguran, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Kemiskinan Tahun 2003-2012 (Studi Kasus di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi, pengangguran dan pengeluaran pemerintah terhadap kemiskinan di kawasan ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder menggunakan analisis regresi data panel pada Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap tahun 2003-2012.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inflasi, pengangguran dan pengeluaran pemerintah berpengaruh secara bersama-sama terhadap kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga dan Cilacap tahun 2003-2012. Secara parsial, variabel tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Pengeluaran pemerintah merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga dan Cilacap tahun 2003-2012.
Untuk menurunkan tingkat kemiskinan diperlukan penurunan jumlah pengangguran. Upaya menurunkan jumlah pengangguran dapat dilakukan melalui pemberian dana bantuan yang bersifat produktif kepada masyarakat miskin, seperti pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan persyaratan mudah, agunan yang ringan dan disertai pendampingan usaha, sehingga pemberian KUR dapat menjangkau masyarakat miskin dan meningkatkan kesejahteraan. Peningkatan pengeluaran pemerintah yang berfokus pada kebijakan pro poor seperti untuk program-program pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang disertai efektivitas dan efisiensi dalam pemanfaatannya akan mampu mengurangi kemiskinan. Hal ini penting mengingat banyak orang miskin memiliki keterbatasan akses terutama pada pemenuhan hak-hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Kata Kunci : Kemiskinan, Tingkat Inflasi, Pengangguran, Pengeluaran Pemerintah.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research was entitled “Analysis The Effect of Inflation, Unemployment and Government Expenditure Against Poverty on 2003-2012 (Case Study in Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga and Cilacap Regency)”. The purpose of this research was to know the effect of inflation, unemployment and government expenditure on poverty in this region. This research was a descriptive quantitative research with secondary data and used panel data regression analysis in Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga and Cilacap Regency on 2003-2012.
The results of this research showed that inflation, unemployment, and government expenditure simultaneously had an effect on poverty in Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga and Cilacap Regency on 2003-2012. Partially, inflation had no significant effect on poverty, unemployment had possitive and significant effect on poverty, while government expenditure had negative and significant effect on poverty. Government expenditure was the most influential variable on poverty in Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga and Cilacap Regency on 2003-2012.
To reduce the level of poverty required a reduction of unemployment. An effort to reduce the number of unemployment can be done through the grant that is productive for the poor, such as business credit (KUR) with an easy term, light collateral, and business mentoring, so that business credit can reach the poor and improve the level of welfare. The increase of government expenditure that focused on pro-poor policies such as poverty reduction programs, infrastructure development, education, and health that accompanied with the effectiveness and efficiency will be able to reduce poverty. This is important because many of the poor have limited access especially in the fulfillment of basic rights such as education and health.

Keywords : Poverty, Inflation, Unemployment, Government Expenditure.
Kata kunciKemiskinan, Tingkat Inflasi, Pengangguran, Pengeluaran Pemerintah
Pembimbing 1Drs. Sudjarwanto, M.Si
Pembimbing 2Barokatuminalloh, S.E, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-04-29 21:31:14.046232
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.