Artikel Ilmiah : A1H010036 a.n. SANDI ARIFRANA

Kembali Update Delete

NIMA1H010036
NamamhsSANDI ARIFRANA
Judul ArtikelAnalisis Kehilangan Hasil Pascapanen Gabah varietas Ciherang dan Logawa
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penanganan pascapanen padi yang baik merupakan upaya sangat strategis dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi. Salah satu masalah utama pada penanganan pascapanen padi adalah tingginya kehilangan hasil. Penanganan pascapanen yang tepat diperlukan untuk menekan tingkat kehilangan hasil yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji terdiri dari 2 faktor yaitu varietas dan umur pemanenan. Varietas terdiri dari Ciherang dan Logawa, sedangkan umur pemanenan terdiri dari umur pemanenan 116 hari dan umur pemanenan 108 hari sehingga diperoleh 4 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati meliputi kehilangan hasil pada saat pemanenan, kehilangan hasil pada saat penumpukan, kehilangan hasil pada saat perontokan dan kehilangan hasil total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan umur pemanenan berpengaruh nyata terhadap kehilangan hasil pada saat pemanenan dan kehilangan hasil total. Kehilangan hasil varietas Ciherang lebih tinggi dibandingkan pada varietas Logawa dan kehilangan hasil pada pemanenan umur 116 hari lebih tinggi dibandingkan pada pemanenan umur 108 hari. Sementara itu, interaksi perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap kehilangan hasil total. Kehilangan hasil tertinggi adalah pada varietas Ciherang umur pemanenan 116 hari. Kehilangan hasil total pada skala penelitian berkisar antara 12,39 – 18,27%, sedangkan pada skala petani, kehilangan hasil total berkisar antara 16,16 – 20,96%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Good post-harvest handling of rice is a very strategic effort in order to support the increase in rice production. One of the major problems in postharvest handling of rice is the high loss of yield. Post-harvest handling is necessary to suppress the proper level of yield loss occurs. This study was an experimental study with a randomized block design (RBD). Factors tested consist of two factors, namely varieties and harvesting age. Varieties consists of Ciherang and Logawa, while the age of harvesting consists of harvesting age 116 days and harvesting age 108 days thus obtained 4 treatment combinations. Each combination treatment replications performed 3 times. Variable results observed were yield losses during harvesting, yoeld losses during the stacking, yield losses during threshing and total losses. The results showed that varieties and harvesting age significantly affected the yield loss at the time of harvest and total yield loss. Loss results in Ciherang is higher than the Logawa varieties and harvesting yield loss at the age of 116 days is higher than the harvesting age of 108 days. Meanwhile , the interaction only significant effect on the total yield loss. The highest yield loss is on Ciherang harvesting age 116 days. Total yield loss on the research scale ranged from 12.39 to 18.27 %, while on the farmer scale, total yield loss ranged from 16.16 to 20.96 % .
Kata kunciPadi Ciherang, Logawa, Kehilangan hasil pascapanen
Pembimbing 1Dr.Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P
Pembimbing 2Rifah Ediati, S.TP., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2015-04-24 17:25:41.839549
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.