Artikel Ilmiah : G1D011039 a.n. KAMILLIA AFIFAH

Kembali Update Delete

NIMG1D011039
NamamhsKAMILLIA AFIFAH
Judul ArtikelHubungan Dukungan Keluarga terhadap Kemampuan Perawatan Diri pada Pasien Gangguan Jiwa
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Pasien gangguan jiwa mengalami penurunan fungsional termasuk kemampuan perawatan diri. Perawatan diri merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk memenuhi dan mempertahankan kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan perawatan diri pasien gangguan jiwa adalah dukungan keluarga.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kemampuan perawatan diri pada pasien gangguan jiwa.
Metode: Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan purposive sampling sejumlah 24 responden. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data univariat ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Spearman.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 40-65 tahun (62,5%), tingkat pendidikan adalah SD (62,5%), responden terbanyak tidak bekerja (37,5%), berpenghasilan kurang dari UMR Banyumas (75%), dan lama merawat pasien lebih dari 2 tahun (83,3%). Gambaran dukungan keluarga terbesar adalah kurang (87,5%), sedangkan kemampuan perawatan diri pasien mayoritas adalah mandiri (95,8%). Analisis uji Spearman diperoleh nilai r -0,402 dan p value 0,051.
Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dukungan keluarga terhadap kemampuan perawatan diri pasien gangguan jiwa.

Kata Kunci: dukungan keluarga, gangguan jiwa, perawatan diri.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Mental disorder patients decreased functional including the ability to self-caring. Self-caring is an activity that is carried out by someone to full fill their life, health, and welfare. Family support is one of the factors that affect the ability of self-care patient with mental disorders.
Objective: To determine the relation between family support and self-caring ability for patients with mental disorders.
Methods: This study used quantitative method with cross sectional approach. Selected samples with purposive sampling a number of 24 respondents. Collecting data with questionnaire, univariate analysis which shown in the frequency distribution, and bivariate analysis using Spearman statistical test.
Result:The results showed that the majority of respondents aged 40-65 were (62.5%), elementary school graduate (62.5%), respondents who did not have a job (37.5%) respondent who earn less than the regional minimum wage of Banyumas (75%), and duration of care for patients more than 2 years (83.3%). Overview largest family support is less (87.5%), while the majority of patients self-caring ability were (95.8%). Spearman test analysis obtain the value of r -0.402 and p value 0.051.
Conclusion: There were no relation between family support and self-caring ability of mental disorder patients.

Keywords: family support, mental disorder, self-care.
Kata kuncidukungan keluarga, gangguan jiwa, perawatan diri.
Pembimbing 1Ns. Wahyu Ekowati, M.Kep., Sp.J.
Pembimbing 2Ns. Keksi Girindra Swasti, M.Kep.
Pembimbing 3Ns. Asep Iskandar, M.Kep., Sp.Kep.Kom.
Tahun2015
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2015-02-22 09:00:45.339606
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.