Artikel Ilmiah : F1D010005 a.n. OCTAVIANUS CANDRA NIRON
| NIM | F1D010005 |
|---|---|
| Namamhs | OCTAVIANUS CANDRA NIRON |
| Judul Artikel | ANALISIS KERJASAMA PEMERINTAH DAERAH, TNI, POLRI DAN PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PENANGGULANGAN MUNCULNYA ORGANISASI NEGARA ISLAM INDONESIA (NII) DI KALANGAN MAHASISWA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Analisis Kerjasama Pemerintah Daerah, TNI, POLRI dan Perguruan Tinggi Di Kabupaten Banyumas dalam Penanggulangan Munculnya Organisasi Negara Islam Indonesia (NII) Di Kalangan Mahasiswa”. Tulisan ini bermaksud untuk melihat kerjasama antara sipil – militer melalui kasus Negara Islam Indonesia pada Tahun 2009. Tujuan dari penelitian ini ingin melihat sejauh mana pengembangan kerjasama apa yang akan dilakukan antara sipil dan militer terhadap kasus NII yang pernah terjadi pada tahun 2009. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. NII adalah organisasi yang bergerak mengatasnamakan agama dan untuk membentuk suatu negara yang bersyariat sesuai dengan agama Islam. NII sudah menyebar di Indonesia dengan berbagai cara dan berbagai target, mulai dengan cara mengajak secara normal, hipnotis dan penculikan. Targetnya pun rata-rata mahasiswa semester satu atas ajakan teman yang baru dikenalnya, sehingga pikiran mudah dipengaruhi dan tak jarang orang yang sudah dewasa juga ada yang menjadi korbannya. Kabupaten Banyumas tepatnya Purwokerto merupakan salah satu daerah yang sudah dimasuki NII dengan jumlah tiga puluh orang mahasiswa Unsoed. Hasil penelitian ini melihat pada aspek kerjasama yang terjadi antara sipil-militer, dalam penanggulangan NII khususnya di Kabupaten Banyumas. Pola kerjasama yang terjalin antara Sipil-Militer yaitu pola yang menggunakan koordinasi horizontal. Koordinasi ini tidak memerlukan suatu perjanjian hitam diatas putih, karena menjalankan tugas secara bersama untuk penyatuan penyelesaian masalah dan interaksi juga sudah juga sudah terbangun, hanya saja berjalan masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsi mereka, serta adanya pertukaran informasi walau tidak berjalan bersama untuk mencapai suatu tujuan sama. Pada setiap menjalin kerjasama pasti akan didapatkan suatu masalah, hal ini juga tidak jauh berbeda dengan kerjasama yang dilakukan oleh sipil-militer. Permasalah itu antara lain masalah keuangan, masyarakat sungkan untuk melapor dan tidak mengerti tata cara melaporkannya serta adanya pembatasan antara sipil-militer, adanya kecurigaan dari pihak militer terhadap sipil, belum adanya komitmen antar instansi, adanya pemahaman yang sempit terhadap makna dari “Kerjasama”, forum komunitas intelijen daerah yang belum melibatkan pihak universitas, Belum adanya tindakan secara kolektif untuk menanggulangi penyebaran NII.. Upaya dan permasalahan maka menjadi suatu solusi yang lebih baik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study, entitled "Analysis of Local Government Cooperation, Army, Police and Universities in Banyumas in Poverty Organization emergence Negara Islam Indonesia (NII) In among Students". This paper intends to see the cooperation between civilian - military through the case of the Islamic State of Indonesia in 2009. The purpose of this study is to see how far the development of what will be cooperation between civil and military against NII cases that have occurred in the year 2009. This study uses qualitative research method with a case study approach. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation, while the sampling technique in this study using purposive sampling technique. While the validity of the data in this study using data triangulation technique. NII is an organization engaged in the name of religion and to establish a state that bersyariat accordance with Islam. NII has been spread in Indonesia in various ways and various targets, start by taking a normal, hypnotic and kidnapping. The target was an average of one semester students on the invitation of friends who just knew, that the mind is easily influenced and often people who've grown up there also be a victim. Banyumas precisely Navan is one area that has been entered NII with number thirty students Unsoed. The results of this study looks at the aspects of cooperation between civilians and military, in response to NII especially in Banyumas. The pattern of cooperation that exists between the Civil-Military ie pattern using horizontal coordination. This coordination does not require an agreement in black and white, for running errands together for unification problem solving and interaction also has also been built, just run each in accordance with their duties and functions, as well as the exchange of information, though not walk together to achieve a common goal. In any cooperation will definitely obtained a problem, it is also not much different from that performed by the cooperation of civil-military. Problems that include financial issues, community hesitate to report and not understand the procedures for reporting as well as the restrictions on civil-military, the suspicion of the military against civilians, the lack of commitment among agencies, their narrow understanding of the meaning of the "Cooperation", intelligence community forum areas that do not involve the university, yet their collective action to tackle the spread of the NII. Efforts and problems then become a better solution. |
| Kata kunci | Kerjasama Sipil-Militer, Negara Islama Indonesia (NII), Mahasiswa. |
| Pembimbing 1 | Drs. H. Bambang Suswanto, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Ahmad Sabiq, S.IP., M.A |
| Pembimbing 3 | Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc. |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 82 |
| Tgl. Entri | 2015-02-18 22:28:14.90713 |