Artikel Ilmiah : F1A010057 a.n. DITA APRIYANI

Kembali Update Delete

NIMF1A010057
NamamhsDITA APRIYANI
Judul Artikel“MBAH SURYATI (LIFE HISTORY SEORANG AKTIVIS POSYANDU DI DESA SIKAMPUH KECAMATAN KROYA)”
Abstrak (Bhs. Indonesia)Posyandu merupakan sarana kesehatan rakyat yang dapat dijangkau oleh mayarakat dari berbagai tingkat ekomoni. Posyandu dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Mbah Suryati merupakan salah satu dari sekian banyaknya kader posyandu. Usia Mbah Suryati menginjak 73 tahun masih berperan aktif dan berliprah langsung dalam pelaksanaan posyandu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kehidupan Mbah Suryati, yaitu bagaimana ia memaknai kehidupannya dan menjalani kegiatan sehari-hari sebagai aktivis posyandu.Hasil penelitian ini mendeskripsikan kehidupan Mbah Suryati sebagai aktivis posyandu. Pada tanggal 20 Mei 1967 Mbah Suryati mulai berkecimpung di posyandu. Mbah Suryati berasal dari Gombong Kebumen berpindah ke Sikampuh karena profesi Mbah Suryati sebagai guru SD di SD 1 Sikampuh dan kemudian menjadi kepala sekolah di SD 4 Sikampuh. Mengajukan pensiun dini dan fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam posyandu Mbah Suryati lebih memfokuskan sebagai petugas Keluarga Berencana (KB). Menjadi kader tidak dibayar melainkan kesukarelaan. Memaknai kehidupan Mbah Suryati sebagai aktivis posyandu adalah pengabdian kepada masyarakat, dan negara. Tindakan yang dilakukan Mbah Suryati memberikan makna tersendiri dalam hidupnya. Usaha dan kegigihannya membuahkan hasil, Mbah Suryati mendapatkan banyak penghargaan berupa piagam ataupun piala dari berbagai tingkat yaitu dari tingkat kecamatan sampai dengan negara. Aktif di kegiatan posyandu tidak membuat Mbah Suryati meninggalkan tugasnya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Kegiatan Mbah Suryati sebagai ibu rumah tangga yaitu mengurus rumah, mendidik anak, mengurus suami, dan memelihara hubungan dengan masyarakat. Dalam pekerjaan rumah tangga Mbah Suryati berbagi peran dengan suaminya agar anak-anak tidak merasa haus akan kasih sayang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Posyandu means of the public health that can be reached by people from various the economy. Posyandu managed and held from, by, to and together with the public. Suryati ia one of the many posyandu cadres in the village Sikampuh. Suryati stepping on 73 years old she was still an active role and actively involved directly in the implementations of posyandu services. The research also described how she handling her life and doing her daily activities as posyandu activist. The result of this research describe about the life of Suryati as posyandu activist. On 1967 Suryati stated dabbling in posyandu. Suryati derived from Gombong Kebumen moved to Sikampuh because her profession as an elementary school teacher in elementary school 1 Sikampuh and become headmaster at elementary school 4 Sikampuh. She gets early retirement and focus on health services. In posyandu Suryati more focused as KB officer. She became the cadre did not paid but just her willingness. Perceive life Suryati as posyandu activist is her devoting to the community and to the state. The action that has done by Mbah Suryati has been giving the meaning of her life. The effort and persistence successful got a lot of award such as a charter or cup from various levels from sub-district and also the state. Becoming active in posyandu activities did not make Suryati leaving her duties as a wife and a mother. Suryati’s activities as a housewife are doing the house work, educating the children, caring of her husband, and maintain relations with the community. In doing the house work, Suryati share the role with her husband so that children do not feel less of parent affection.
Kata kunciMbah Suryati, Life History, Posyandu
Pembimbing 1Fatmah Siti Dj
Pembimbing 2Tri Rini Widyastuti
Pembimbing 3Hariyadi
Tahun2010
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2015-02-17 22:44:55.36659
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.