Artikel Ilmiah : F1A008056 a.n. RIO SANTOSO
| NIM | F1A008056 |
|---|---|
| Namamhs | RIO SANTOSO |
| Judul Artikel | Melestarikan Tradisi Melawan Globalisasi (Studi DeskriptifPelestarian Permainan TradisionalDalam Upaya PengembanganBudaya Lokal di TengahTerpaan Globalisasi diKabupatenBanyumas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian berjudul “Melestarikan Tradisi Melawan Globalisasi, Studi Deskriptif Pelestarian Permainan Tradisional dalam Upaya Pengembangan Budaya Lokal di Tengah Terpaan Globalisasi di Kabupaten Banyumas” ini merupakan uraian deskriptif atas redupnya permainan tradisional atau “dolanan bocah”. Penelitian ini untuk mengidentifikasi kembali eksistensi permainan tradisional dan merancang strategi untuk mengembangkan permainan tradisional. Penelitian ini menunjukan Di Kabupaten Banyumas ini terdapat setidaknya ada 425 lebih ragam permainan anak tradisional di Kabupaten Banyumas. Namun, saat ini dikenal secara luas oleh masyarakat tidak lebih dari 18 permainan saja, seperti benthik, gobak sodor, sunda manda, dan lain-lain. Strategi pelestarian dilakukan secara aspek materialnya adalah dengan penyimpanan. Kemudian pelestarian secara dinamis, yakni, dengan mengajarkan bagaimana unsur kebudayaan tersebut digunakan atau dimainkan. Pelestarian secara dinamis ialah dengan mengadakan lomba atau festival penggunaan dan pementasan suatu permainan permainan tradisional tertentu yang dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled “Insure Preserving Tradition against Globalization, A Descriptive Study of Traditional Games Preserve in The Attempt of Local Culture Development in Globalization Era in Banyumas Regency” is a descriptive explanation about diminished traditional games or “dolanan bocah” in local which now have been played rarely by kids in Banyumas regency as the impact of globalization. The purpose of this research is to re-identify the traditional games’ existence and draw up strategies in developing them in Banyumas regency. The result of the research shows hundred kinds of traditional game spread in entire regency. In fact, not less than 425 different kinds of game exist in Banyumas regency. Unfortunately, from all af the hundred games, not more than eighteen games that have well-known by the locals recently such as benthik, gobak sodor, sunda manda, and others. Documentation through for material aspect itself another preserving step that must have done is saving.. The preserving effort also can be done dynamically by teaching how those elements can be used or played. Another dynamic preserving can be done is by holding a certain traditional game’s race or festival while making use of society capacity. |
| Kata kunci | Permainan anak tradisional, pelestarian, budaya lokal, globalisasi. |
| Pembimbing 1 | Nalfaridas |
| Pembimbing 2 | Tri Rini Widyastuti |
| Pembimbing 3 | Rawuh Edy |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 127 |
| Tgl. Entri | 2015-02-17 21:57:19.84123 |