Artikel Ilmiah : D1E010090 a.n. HANNA BETANUR RIHA

Kembali Update Delete

NIMD1E010090
NamamhsHANNA BETANUR RIHA
Judul ArtikelPROFIL MANAJEMEN DAN REPRODUKSI KAMBING PERANAKAN BOER DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PERBIBITAN TERNAK UNGGUL MULYOREJO KABUPATEN SEMARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)“Profil Manajemen dan Reproduksi Kambing Peranakan Boer di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo Kabupaten Semarang”. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2014. Materi yang digunakan adalah catatan data (recording) produksi dan reproduksi 40 ekor kambing Peranakan Boer sejak tahun 2008-2014. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui profil manajemen dan reproduksi ternak kambing Peranakan Boer (2) mengetahui hubungan antara kepadatan kandang dengan daya hidup kambing Peranakan Boer dan (3) mengetahui hubungn antara umur induk dengan litter size. Rata-rata umur induk 1864,4 ± 679,8 hari (62,15 ± 22,66 bulan), litter size 1,64 ± 0,58 ekor, kidding interval 519,23 ± 281,23 hari (17,3 ± 9,4 bulan), daya hidup prasapih 73,84 ± 37,93%. Kesimpulan dari penelitian ini umur beranak pertama terlambat (29,8 bulan), tipe kelahiran cenderung kembar dua, kidding interval cukup panjang (berkisar 10,4 – 19 bulan) dan daya hidup prasapih relatif sedang. Kepadatan kandang berpengaruh terhadap daya hidup sebesar 32%. Umur induk berpengaruh terhadap litter size sebesar 16%. Perlu dilakukan usaha yang dapat memperpendek kidding interval dengan cara membuat catatan manajemen perkawinan dan kontrol ternak birahi sehingga kambing dapat di kawinkan tepat waktu.
Abtrak (Bhs. Inggris)"Profile Management and Crossbreed Boer Goat Reproduction in Regional Technical Implementation Unit (UPTD) Superior Livestock Breeding Mulyorejo Semarang District". The experiment was conducted from August to September 2014. The materials used are recording the production and reproduction of 40 Crossbreed Boer goat since 2008-2014. Purpose of this study were: (1) identify the profile of management and reproduction Crossbreed Boer goats (2) determine the relationship between the density of the cage with pre-weaning survivability Crossbreed Boer goat and (3) determine the relationship between age and litter size. The average age of 1864.4 ± 679.8 days parent (62.15 ± 22.66 months), litter size of 1.64 ± 0.58 goat, kidding interval of 519.23 ± 281.23 days (17.3 ± 9.4 months), pre-weaning survivability of 73.84 ± 37.93%. The conclusions in experiment are the age of first birth to be late (29.8 months), type of birth tend twins, kidding interval is rather long (from 10.4 to 19 months) and pre-weaning survivability relatively moderate. Cage density effect on the survival rate of 28%. Age parent effect on litter size by 16%. Effort should be made to shorten the interval in UPTD Mulyorejo by making the inbred records management and control of animal so the inbred goats can be timely.
Kata kuncikambing Peranakan Boer, manajemen, reproduksi, kepadatan kandang
Pembimbing 1Setya Agus Santosa, S.Pt., MP
Pembimbing 2Ir. Agus Priyono, MP
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2015-02-16 12:23:12.983962
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.