| NIM | H1K010011 |
| Namamhs | SATYA SIMAMORA |
| Judul Artikel | UJI POTENSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI LAUT PENDEGRADASI HIDROKARBON MINYAK BUMI DARI PERAIRAN SAMUDERA HINDIA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Proses pengolahan dan transportasi minyak bumi sering menghasilkan kebocoran, kecelakaan dan menyebabkan tumpahan minyak secara langsung ke lingkungan laut diantaranya Samudera Hindia. Penelitian ini bertujuan menguji, mengetahui potensi dan mengidentifikasi isolat bakteri yang berpotensi dalam mendegradasi hidrokarbon minyak bumi dari perairan Samudera Hindia. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji emulsifikasi, dan kadar minyak bumi dengan gravimetri. Total 30 isolat bakteri yang diujikan terdapat 6 isolat yang mampu mendegradasi hidrokarbon minyak bumi. Hasil degradasi minyak bumi oleh bakteri laut selama 10 hari memperlihatkan bahwa hasil degradasi terbesar pada isolat 21SH (70.26%), diikuti dengan isolat 39SH (67.71%), 23SH (65.52%), 4SH (60.92%), 9SH (59.45%), dan 42SH (26.14%). Identifikasi molekuler berbasis 16S rDNA dan analisis sekuen DNA dengan program penelusuran database Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) diketahui isolat 4SH memiliki kemiripan dengan spesies Bacillus aquimaris (98%), 21SH dengan spesies Bacillus thioparans (100%), 23SH dan 39SH dengan spesies Bacillus horikoshii (99% dan 98%). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Processing and transportation of petroleum often produce leaks, accidents and causing oil spills directly into the marine environment. Such as in the example of maritime lanes of the Indian Ocean. This research aims to screen petroleum and identify potential bacterial isolates from the Indian Ocean to degrade petroleum hydrocarbon. The analysis performed in this research include emulsification test, and hydrocarbon content using gravimetric method. A thirty isolates bacteria as the agent of bioremediation petroleum hydrocarbon there are six isolates capable to degrade petroleum hydrocarbon The result during ten days course showed the higher removal with isolate bacteria performance was for strain 21SH (70.26%) followed by isolates 39SH (67.71%), 23SH (65.52%), 4SH (60.92%), 9SH (59.45%) and 42SH (26.14%). Molecular identification based 16S rDNA and analysis of DNA sequences in a database search Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) allowed to identify 4SH as Bacillus aquimaris (98%), 21SH as Bacillus thioparans (100%), 23SH and 39SH as Bacillus horikoshii (99% and 98%). |
| Kata kunci | Samudera Hindia, bioremediasi, minyak bumi, bakteri, gravimetri |
| Pembimbing 1 | Dr. Agung Dhamar Syakti, DEA |
| Pembimbing 2 | Riyanti S.T., M.Biotech |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2015-02-15 12:15:49.044678 |
|---|