Artikel Ilmiah : G1F011008 a.n. DEDAH NURHAMIDAH

Kembali Update Delete

NIMG1F011008
NamamhsDEDAH NURHAMIDAH
Judul Artikel
STANDARDISASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.), KUNYIT
(Curcuma longa Linn.) DAN JAHE MERAH
(Zingiber officinale var. rubrum)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa Linn.) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar sebagai agen ko-kemoterapi kanker. Standardisasi ekstrak harus dilakukan untuk menjamin mutu ketiga ekstrak tanaman tersebut sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam Farmakope Herbal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter standar dari ketiga ekstrak tersebut.
Parameter standar yang diuji meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan kandungan kimia (senyawa marker) ekstrak. Analisis senyawa marker (kurkumin) dalam ekstrak etanol rimpang temulawak, kunyit, dan jahe merah dilakukan dengan metode HPLC menggunakan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 254 nm, kolom C18, dan fase gerak metanol:air (60:40 v/v).
Hasil penelitian menunjukkan kadar air ekstrak etanol rimpang temulawak, kunyit dan jahe merah memenuhi persyaratan. Kadar abu ekstrak etanol rimpang temulawak dan jahe merah memenuhi persyaratan, sedangakan kunyit tidak memenuhi persyaratan. Kadar abu tidak larut asam ekstrak etanol rimpang temulawak memenuhi persyaratan, sedangkan kunyit dan jahe merah tidak memenuhi persyaratan. Secara kualitatif terdeteksi senyawa kurkumin dalam ekstrak etanol rimpang kunyit dan temulawak, sedangkan pada jahe tidak terdeteksi. Secara kuantitatif kadar kurkumin yang terdapat dalam ekstrak etanol rimpang temulawak adalah 0,60% dan dalam ekstrak kunyit adalah 1,85%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Curcuma (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), turmeric (Curcuma longa Linn.) and ginger (Zingiber officinalevar. rubrum) has the potential to be developed into standarized herbal medicine as co-agent chemotherapy of cancer. Standardization extract should be taken to ensure the quality of the three extracts plant in accordance with the established in Farmakope Herbal Indonesia. This research aims to determine the standard parameters of them.
Standard parameters tested include water content, total ash, acid insoluble ash, and chemical content (marker compound) of extract. Analysis of marker compound (curcumin) in ethanol extract curcuma, turmeric and ginger rhizome has performed by HPLC method using UV-Vis detector at wavelength 254 nm, C18 column, and methanol:water (60:40 v/v) as mobile phase.
The results showed that ethanol extract of curcuma, turmeric and ginger meet the requirements set out. Total ash ethanol extract of curcuma and ginger meet the requirements set out, but turmeric does not meet the requirements. Acid insoluble ash ethanol extract of curcuma meet the requirements set out, but turmeric and ginger did not meet the requirements set out. Qualitatively detected the curcumin compounds in ethanol extracts of ginger and turmeric, while the ginger is not detected the curcumin compounds. Quantitatively levels of curcumin content in the ethanol extract of curcuma is 0.60% and the turmeric is 1.85%.
Kata kunciStandardisasi, Curcuma xanthorrhiza Roxb., Curcuma longa Linn., Zingiber officinale var. rubrum, HPLC.
Pembimbing 1Dadan Hermawan, S.Si., M.Si., Ph.D
Pembimbing 2Heny Ekowati, M.Sc., Apt.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2015-02-13 13:27:08.26377
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.