Artikel Ilmiah : H1D010076 a.n. SATRIA ANDHI PERMANA

Kembali Update Delete

NIMH1D010076
NamamhsSATRIA ANDHI PERMANA
Judul ArtikelPENGARUH VARIASI JUMLAH TULANGAN BAN BEKAS SEBAGAI SUBSTITUSI TULANGAN BAJA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kebutuhan produksi ban di Indonesia tiap tahun semakin meningkat. Kondisi ini berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkannya pula. Saat ini pemanfaatan limbah ban bekas terbatas, seperti digunakan sebagai pelindung dermaga (fender), dan kerajinan tangan. Hal ini menjadikan ban bekas menjadi alternatif. Ban bekas memiliki sifat kelenturan yang tinggi, sehingga secara teori layak untuk menggantikan tulangan baja pada beton.
Ban bekas yang digunakan sebagai tulangan memiliki dimensi penampang 10mm x 10mm. Ban bekas diregangkan sebesar 30% sebelum dilakukan pengecoran (pre-tension system). Setelah dilakukan pengecoran, ban bekas pada kedua sisi benda uji diangkur menggunakan clamp sling untuk mengantisipasi tulangan ban bekas mengalami slip pada saat pengujian. Benda uji yang dibuat berjumlah enam buah, yaitu balok dengan tulangan baja (BK) sebagai balok kontrol, balok dengan satu tulangan baja dan dua tulangan ban bekas (BaK2), balok dengan satu tulangan baja dan empat tulangan ban bekas (BaK4), balok dengan satu tulangan baja dan enam tulangan baja (BaK6), balok dengan sembilan tulangan ban bekas (FK9), dan balok dengan sepuluh tulangan baja (FK10).
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil kuat tarik rata-rata ban bekas sebesar 9,82 MPa, dan modulus elastisitas tarik ban bekas sebesar 0,103 MPa. Kapasitas lentur balok beton pada benda uji BaK2, BaK4, dan BaK6 masing-masing memiliki rasio 0,41, 0,60, dan 0,49 dari benda uji BK. Pada benda uji yang menggunakan tulangan ban bekas seluruhnya (FK9, dan FK10) memiliki rasio 0,35 dan 0,43. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tulangan ban bekas dengan regangan 30% belum mampu menggantikan tulangan baja. Pola keruntuhan pada semua benda uji dapat dikategorikan pola keruntuhan lentur.
Abtrak (Bhs. Inggris)Tire production needs in Indonesia is increasing each year . This condition is generating amount of the waste too. Currently utilization of tires waste is limited, nowadays it only used as a pier protector (fenders) and handicrafts. It makes used tires become an alternative. Used tires have a high elastic properties, so it is theoretically feasible to replace the steel reinforcement in concrete.
Used tires which used as reinforcement has a cross-sectional dimensions of 10mm x 10 mm. Used tires stretched by 30% prior to casting (pre-tension system). After casting, used tires on both sides of the specimen anchored using a clamp sling to anticipate the tire reinforcement slipped while testing. The test specimen total are six pieces, beams with steel reinforcement (BK) as a control beam, beam with a reinforcing steel and two used tires reinforcement (BaK2), beam with a reinforcing steel and four used tires reinforcement (BaK4), beam with the reinforcing steel and six steel reinforcement (BaK6), beam with nine used tires reinforcement (FK9), and beams with ten steel reinforcement (FK10).
The results showed that the average tensile strength of old tires is 9.82 MPa and it's tensile elastic modulus is 0,103 MPa. Flexural capacity of concrete beam on the specimen BaK2, BaK4, and BaK6 each have ratio of 0.41, 0.60, and 0.49 of the control beam, BK. On the test object that uses only tires as the reinforcement (FK9 and FK10) has a ratio of 0.35 and 0.43. Based on these results, we can conclude that the reinforcement of old tires with 30% strain have not been able to replace the steel reinforcement. Collapse pattern on all specimens can be categorized as bending collapse pattern .
Kata kunciban bekas, tulangan ban bekas, kuat tarik, modulus elastisitas tarik, kapasitas lentur.
Pembimbing 1Dr. Eng Agus Maryoto, S.T., M.T.
Pembimbing 2Nor Intang Setyo H., S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-02-13 10:15:00.670329
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.