Artikel Ilmiah : D1F013010 a.n. MUSTOFA AKMAL
| NIM | D1F013010 |
|---|---|
| Namamhs | MUSTOFA AKMAL |
| Judul Artikel | KADAR LEMAK DAN TINGKAT KEMASIRAN TELUR ASIN DENGAN METODE PEMASAKAN YANG BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode perebusan, pengukusan dan pengovenan terhadap kadar lemak dan tingkat kemasiran telur asin. Materi penelitian yang digunakan adalah 93 butir telur itik umur 1 hari dengan pemeliharaan ekstensif dari daerah Sumpiuh, garam 1602 g, serbuk batu bata merah 6498 g dan air secukupnya. Telur asin dibungkus dengan adonan pengasin dan diperam selama 12 hari. Metode penelitian menggunakan ekperimental, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk kadar lemak dan Rancangan Acak Kelompok untuk tingkat kemasiran dengan menggunakan uji organoleptik (25 panelis agak terlatih). Perlakuan terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan pada telur asin dengan metode pemasakan yang berbeda yaitu: (T1) pengukusan, (T2) perebusan, (T3) pengovenan. Peubah yang diukur yaitu kadar lemak dan tingkat kemasiran telur asin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemasakan yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak telur asin itik, tetapi terdapat pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat kemasiran telur asin itik. Kesimpulan, pemasakan telur asin itik dengan metode berbeda memiliki kadar lemak yang sama, sedangkan metode pemasakan telur asin itik dengan cara dioven memiliki tingkat kemasiran yang paling rendah dibandingkan dengan metode pemasakan lainnya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research was aimed to investigate the influence of cooking methods, boiling, steaming, and roasting on the fat content and granular level of salted egg. The material consistead of 93 duck eggs obtained (extensive system form) from Sumpiuh, salt 1602 g, 6498 g of brick powder and water. Salted egg wrapped in the batter of salted brick powder and stored for 12 days. The research method was done experimentaly by using a completely randomized design for the fat content and randomized block design for the granular level by using the organoleptic test (25 semi-trained panelist) there were 3 treatments and 6 replications. The treatments were different cooking methods (T1) steaming, (T2) boiling, and (T3) roasting. The variables measured were fat content and granular level of the salted eggs. The result showed that there was no significant effect of cooking method (P > 0,05) on fat content of salted egg, however there was highly significant effect of cooking method (P < 0,01) on granular level of salted egg. In addition, cooking the salted egg with different methods has low fat content, while cooking by boiling produced the highest granular level of salted egg compared to other cooking methods. Keyword : fat content, Granular, steaming, boiling, roasting |
| Kata kunci | telur asin, kadar lemak, kemasiran, pengukusan, perebusan, pengovenan |
| Pembimbing 1 | Ir. Kusuma Widayaka, MS |
| Pembimbing 2 | Ir. Mardiati Soelistyowati, MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2015-02-12 22:43:49.684732 |