| NIM | G1A007015 |
| Namamhs | MOHAMMAD SYAKUR RIDHO |
| Judul Artikel | GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN TERHADAP PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI SMF KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUD PROF DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang :Kepuasan kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya sebagai perbedaan antara banyaknya penghargaan yang diterima dengan banyaknya penghargaan yang harusnya di terima. Kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS untuk meningkatkan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan memberikan efek negatif, dimana tenaga kesehatan tidak mendapatkan penghargaan yang memadai atas tindakan kesehatan yang dilakukan. Tujuan Penelitian :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional. Metode :Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang menghasilkan data deksriptif berupa data verbal maupun tertulis yang lebih mewakili fenomena dan bukan angka-angka yang penuh presentase dan merata yang kurang mewakili keseluruhan fenomena. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yaitu dokter spesialias kandungan, bidan, dan perawat di SMF Kebidanan dan Kandungan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Dilakukan wawancara secara langsung dengan responden dan dilakukan perhitungan statistik deskriptif untuk memperkuat hasil temuan di lapangan. Hasil :Jaminan kesehatan nasional melalui BPJS memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat tidak mampu, dimana dengan program tersebut, pemerintah memberikan jaminan pembiayaan bagi ibu melahirkan tanpa di batasi jumlah kelahiran. Program JKN membatasi treatment yang dilakukan tenaga kesehatan, khususnya dalam tindakan dan juga pemberian obat. Pembayaran JKN bagi tenaga kesehatan masih belum sesuai dibandingkan dengan tingginya angka kehadiran pasien, waktu kerja dan juga pelayanan yang diberikan. Persentase pembayaran JKN bagi tenaga kesehatan masih belum transparan sehingga kepuasan tenaga kesehatan belum mampu terpenuhi secara maksimal. Kesimpulan :secara keseluruhan program JKN melalui BPJS masih pro rakyat dan dalam pelaksanaannya melalui rumah sakit, belum memperhatikan kesesuaian kompensasi dengan besarnya tanggung jawab tenaga kesehatan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Job satisfaction is one's attitude towards his job as the difference between the number of awards received by the many awards that should be accepted. The government policy in issuing the National Health Insurance program (JKN) by BPJS to increase births attended by skilled health personnel have negative effects, where health workers are not getting adequate appreciation for the actions undertaken health. Objective: This study aimed to describe the level of job satisfaction of health personnel to the National Health Insurance program. Methods: The method used is descriptive research that generates the data in the form of verbal or written data is more representative of the phenomenon and not the numbers that full and equal percentages are less representative of the overall phenomenon. The population in this study were all health professionals are doctors spesialias content, midwives, and nurses in SMF Obstetrics and Gynecology Hospital Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Conducted direct interviews with respondents and calculation of descriptive statistics to reinforce the findings in the field. Results: national health insurance through BPJS provide great benefits to society can not afford, which with the program, the government provides financial guarantees for mothers giving birth without the limit of the number of births. JKN limiting treatment program conducted health workers, especially in the action as well as drug delivery. JKN payment for health workers still do not fit compared to the high number of patient attendance, working time and also services provided. JKN payout percentage for health workers are still not transparent so that the satisfaction of health workers have not been able to be fulfilled to the fullest. Conclusion: The overall program through BPJS JKN still pro-people and in its implementation through the hospital, not to pay attention to the suitability of compensation to the magnitude of the responsibility for health professionals. |
| Kata kunci | Jaminan Kesehatan Nasional, Kompensasi, Kepuasan. |
| Pembimbing 1 | dr. HM. Mambodyanto SP, SH., MMR |
| Pembimbing 2 | dr. Yudhi Wibowo, MPH |
| Pembimbing 3 | dr. Joko Mulyanto, M.Sc |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-02-11 15:14:13.595805 |
|---|