| NIM | A1M010081 |
| Namamhs | DESTIAN ANDIKA SETIA PRATAMA |
| Judul Artikel | KOMPARASI ASPEK TEKNOLOGI DAN FINANSIAL USAHA GULA KELAPA CETAK : STUDI KASUS DI DESA PEKALONGAN, BOJONG DAN TLAGAYASA, KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu sentra pengolahan gula kelapa cetak di Indonesia. Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga (2014), pada tahun 2014 terdapat kurang lebih 18.197 unit usaha gula kelapa dengan volume produksi mencapai 30.000,00 ton/tahun. Besarnya jumlah pengrajin gula kelapa cetak di Kabupaten Purbalingga tidak ada korelasi dengan tingkat kesejahteraan pengrajin, Informasi tentang biaya produksi dan tingkat keuntungan pengrajin gula kelapa cetak sampai saat ini masih belum banyak diketahui. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan gula kelapa cetak di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bersifat deskriptif komparatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah sampling purposive. Jumlah unit yang dikaji yaitu tiga unit pengrajin gula kelapa cetak. Penentuan daerah penelitian dilakukan tiga tahap yaitu menentukan kecamatan, menentukan desa dan menentukan responden. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi teknis pengolahan gula kelapa cetak pada ketiga desa tidak jauh berbeda, adapun kekurangannya terdapat pada kondisi teknis pengolahan yaitu penggunaan bahan anorganik seperti kapur sebagai bahan dalam pembuatan laru yang masih tergolong cukup banyak. Biaya produksi gula kelapa cetak per hari di Desa Pekalongan, Bojong dan Tlagayasa memiliki perbedaan yaitu berturut-turut sebesar Rp 71.116,76; Rp 63.349,00; dan Rp 73.763,55. Sedangkan untuk biaya produksi per kilogram berturut-turut sebesar Rp 7.901,86; Rp 8.323,44; dan Rp 8.740,23. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Purbalingga is one of the solidified palm sugar processing center in Indonesia. According to the data from the Department of Industry and Trade Purbalingga (2014), in 2014 there were approximately 18.197 palm sugar business units with production volume up to 30.000,00 tons/year. The large number of solidified palm sugar craftsmen in Purbalingga did not have any correlation with their welfare level. It caused by the low income of the craftsmen. Information about cost production and profit levels of the solidified palm sugar craftsmen has not widely known. The purposes of this study were to determine technical condition, production cost, selling price and profit of solidified palm sugar in Purbalingga. This research was a descriptive comparative case study. It used sampling purposive technique to collect the data. There were three tested units of solidified palm sugar craftsmen. The determination of the tested area was determined in three stages, which are determining the districts, determining the villages and determining the respondents. This study used primary and secondary data collection. The observed variables of this study were technical condition, production costs, selling price and profit The result of this study showed that the technical condition of solidified palm sugar processing on the three villages were quite good. Although there was still the deficiency of the processing which was the using of inorganic materials such as lime that used for the ingredient of laru. Production costs for solidified palm sugar a day in Pekalongan, Bojong and Tlagayasa Village had some differences, which were Rp 71.116,76; Rp 63.349,00; and Rp 73.763,55, while for the production costs per kilograms were Rp 7.901,86; Rp 8.323,44; and Rp 8.740,23. |
| Kata kunci | Pengolahan gula kelapa cetak, biaya produksi, pendapatan usaha, Kabupaten Purbalingga |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Tri Yanto M.T |
| Pembimbing 2 | Ir. Retno Setyawati M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2015-02-08 19:37:53.643411 |
|---|