| NIM | A1H012017 |
| Namamhs | DHAMAR ADHI KURNIAWAN |
| Judul Artikel | PEMANFAATAN GULA AFKIR MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI RAGI (Saccharomyces cerevisiae ) DAN LAMA WAKTU FERMENTASI
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Gula kelapa afkir merupakan gula kelapa atau gula merah yang gagal dibuat menjadi gula cetak. Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku nabati. Semakin lama fermentasi, mikroba berkembangbiak dan jumlahnya bertambah sehingga kemampuan untuk memecah substrat atau glukosa yang ada menjadi asam laktat dan alkohol semakin besar. Gula afkir difermentasi dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu fermentasi 4,6, dan 8 hari sehingga diperoleh bioetanol. Selanjutnya etanol dipisahkan dari larutan dengan distilasi.Tujuan dari penelitian ini adalah:(1). Mengetahui dan mempelajari teknik produksi bioetanol dari bahan baku gula afkir, (2). Mengetahui pengaruh konsentrasiragi dan lama fermentasi terhadap kadar dan rendemen bioethanol, (3). Mengetahui konsentrasi ragi dan lama fermentasi untuk menghasilkan bioetanol yang maksimum. Variabel yang diamati meliputi kadar glukosa, kadar bioetanol, dan rendemen bioetanol. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, jika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji perbandingan ganda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ragi dan waktu fermentasi mempengaruhi hasil bioetanol. Penambahan konsentrasi ragi 10% dengan waktu fermentasi 8 hari merupakan perlakuan optimum yang menghasilkan kadar bioetanol sebesar 10,10 %(v/v) dan rendemen bioetanol murni dari gula afkir sebesar 7,97 %.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sugar palm rejected are sugar palm or sugar who fails made to sugar. Bioethanol is ethanol produced by fermentation use of raw materials nabati . The longer fermentation, microbes multiplied with the numbers increased so that the ability to break up the substratum or glucose are a priority lactic acid and alcohol higher. Sugar palm rejected fermented using Saccharomyces cerevisiae with variations fermentation time 4, 6, and 8 days. After that bioethanol separated from a solution by distillation. This research aimed is (1) find out and learn the techniques of production bioethanol from sugar palm rejected, (2) know the influence of the concentration of yeast and fermented long levels and yield bioethanol, (3) Knowing the concentration of yeast and long fermentation to produce maximum bioethanol. Variable observed include glucose levels, bioethanol levels, and yield of bioethanol. The results alysedusing analysis of varians, if the effect is significant then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5% and shown in the form charts.The results showed the addition of concentration yeast and longer fermentation time affect of bioethanol produced. the addition of concentration yeast 10% and fermentation time 8 days is the optimum treatments produced bioethanol 10.10 % (v/v) and bioethanol yield from sugar coconut rejected 7.97 %. |
| Kata kunci | Bioetanol, Gula afkir, Konsentrasi ragi, Lama fermentasi,Saccharomyces cerevisiae |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P |
| Pembimbing 2 | Furqon, S.TP, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2015-02-03 11:41:48.779464 |
|---|