Artikel Ilmiah : A1L010036 a.n. MIA AMELIA ISKANDAR

Kembali Update Delete

NIMA1L010036
NamamhsMIA AMELIA ISKANDAR
Judul ArtikelPENERAPAN BUDIDAYA ORGANIK MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI BERMACAM DOSIS DAN JARAK TANAM PADA TANAMAN KEDELAI VARIETAS GEMA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) dosis pupuk hayati yang optimum untuk menghasilkan kedelai varietas Gema yang maksimum, 2) jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai varietas Gema, 3) kombinasi antara dosis pupuk hayati dan jarak tanam pada kedelai varietas Gema. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor, masing-masing faktor terdiri atas tiga taraf dengan tiga ulangan. Faktor yang pertama adalah dosis pupuk hayati, dengan tanpa pemberian dosis pupuk hayati (D0), 2 l/4 m2 dalam satu kali pemberian, dan 4 l/4 m2 dalam dua kali pemberian. Faktor yang kedua adalah jarak tanam 20 cm x 20 cm (J1), 20 cm x 25 cm (J2), dan 25 cm x 25 cm (J3). Variabel yang diamati meliputi komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1) dosis pupuk hayati mempengaruhi pertumbuhan tanaman kedelai varietas Gema yaitu pada variabel luas daun dengan dosis 2 l/4 m2, namun tidak berpengaruh pada hasil, 2) jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Gema adalah 25 cm x 25 cm dengan produksi 1,81 ton/ha, dan 3) kombinasi antara dosis pupuk hayati dengan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap produksi kedelai varietas Gema.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research aimed to determine 1) the optimum dose biofertilizer to maximum produce of Gema soybean, 2) the best crop spacing for growth and production of Gema soybean, and 3) the combination between spacing and dose biofertilizer on Gema soybean. The design was Factorial Randomised Blocks Design consisted of two factors, each factor was consisted of three levels and three replications. The first factor was without biofertilizer dose (D0), 2 l/4 m2in one time provision (D1), and 4 l/4 m2 in second time provision (D2). The second factor was the crop spacing 20 cm x 20 cm (J1), 20 cm x 25 cm (J2), and 25 cm x 25 cm (J3). The observing variables are growth and production components. The result of this research are 1) biofertilizer dose effected the growth of Gema soybean was the leaf area of soybean at the dose of 2 l/4 m2, but did not effect of soybean production, 2) the best crop spacing for growth and production of Gema soybean was 25 cm x 25 cm by 1,81 ton/ha, and 3) combination between dose of biofertilizer and crop spacing did not effect on Gema soybean production.
Kata kunciBudidaya organik, pupuk hayati, jarak tanam, dan kedelai.
Pembimbing 1Etik Wukir Tini, S. P., M. P.
Pembimbing 2Ir. Darini Sri Utami, M. P.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-01-27 19:30:29.372214
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.