Artikel Ilmiah : D1E010001 a.n. BENTAR MOHAMMAD WICAKSONO

Kembali Update Delete

NIMD1E010001
NamamhsBENTAR MOHAMMAD WICAKSONO
Judul ArtikelPROFIL MANAJEMEN DAN REPRODUKSI KAMBING PERANAKAN ETAWA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PERBIBITAN TERNAK UNGGUL MULYOREJO KABUPATEN SEMARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Profil Manajemen dan Reproduksi Kambing Peranakan Etawa di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo Kabupaten Semarang” telah dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus sampai 10 September 2014. Materi penelitian adalah catatan manajemen dan reproduksi kambing Peranakan Etawa. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil manajemen dan reproduksi ternak kambing Peranakan Etawa, dan mengetahui hubungan antara kepadatan kandang dengan daya hidup kambing Peranakan Etawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan induk kambing Peranakan Etawa di UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo Kabupaten Semarang secara umum sudah cukup baik dilihat dari sisi manajemen perkandangan dan kesehatan namun ke butuhan pakan belum mencukupi. Tipe kelahiran tunggal 31,28 %, kembar dua 63,69 %, dan kembar tiga 5,03 %, litter size 1,54 ekor, kidding interval 337,13 hari (11,4 bulan), daya hidup prasapih 77,65 %, umur induk 1477,54 ± 500,35 hari (49,25 bulan). Kesimpulan bahwa manajemen induk kambing Pernakan Etawa di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo sudah cukup baik dilihat dari manajemen perkandangan dan kesehatan tetapi pada manajemen pakan belum mencukupi kebutuhan. Tipe kelahiran cenderung beranak kembar lebih dari dua, namun kidding interval masih terlalu panjang (11,24 bulan) dan daya hidup prasapih relatif sedang (77,65 %) sehingga diperlukan pemeliharaan yang intensif pada masa prasapih. Kepadatan kandang bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan tinggi rendahnya mortalitas sebab kepadatan kandang tidak memiliki pengaruh khusus terhadap daya hidup prasapih kambing Peranakan Etawa khususnya di UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo.
Abtrak (Bhs. Inggris)The study, entitled " Profile Management and Peranakan Etawa Goat Reproduction in Regional Technical Implementation Unit ( UPTD ) Superior Livestock Breeding Mulyorejo Semarang District " was held on 20 August to 10 September 2014. The research material is records management and reproduction of goats Peranakan Etawa. The research objective was to determine the profile management and reproduction of goats Peranakan Etawa, and determine the relationship between power density cages with live goats Peranakan Etawa. The results showed that the aircraft maintenance management goats Peranakan Etawa in UPTD Superior Livestock Breeding Mulyorejo Semarang district in general is quite good in terms of housing and health management but not sufficient to feed needs. Type of singleton births 31.28 %, 63.69 % twins and triplets were 5.03 %, 1.54 litter size tail, kidding interval of 337.13 days ( 11.4 months ), vitality prasapih 77.65 %, parent age 1477.54 ± 500.35 days ( 49.25 months ). Conclusion that the mother goat management Pernakan Etawa in Regional Technical Implementation Unit ( UPTD ) Superior Livestock Breeding Mulyorejo enough good views of the management of housing and health but in insufficient feed management. Type tend to bore twins born more than two, but kidding interval is too long ( 11.24 months ) and viability prasapih relatively moderate ( 77.65 % ) that required intensive maintenance during the prasapih. Cage density is not the only factor that determines the level of mortality because the density of the cage does not have a particular influence on the survival of goats Peranakan prasapih Etawa especially in UPTD Mulyorejo Superior Livestock Breeding.
Kata kuncikambing Peranakan Etawa, manajemen, reproduksi, kepadatan kandang
Pembimbing 1Setya Agus Santosa, S.Pt., MP
Pembimbing 2Ir. Titik Warsiti. MP
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2015-01-26 14:30:54.25774
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.