Artikel Ilmiah : F1B010016 a.n. DANAR MUHTOFA
| NIM | F1B010016 |
|---|---|
| Namamhs | DANAR MUHTOFA |
| Judul Artikel | IMPLEMENTASI PROGRAM ANTAR KERJA ANTAR DAERAH (AKAD) DI KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) merupakan salah satu program untuk mengatasi masalah pengangguran. Tujuan program ini adalah untuk mempertemukan pencari kerja yang memerlukan pekerjaan dengan perusahaan pemberi kerja yang membutuhkan tenaga kerja. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu masyarakat Purbalingga untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses Implementasi program AKAD di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi program AKAD di Kabupaten Purbalingga dapat dikatakan cukup. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek, yaitu yang pertama adalah aspek pembentukan organisasi baru atau staf pelaksana. Untuk pelaksanaan AKAD di Dinsosnakertrans Purbalingga tidak memiliki organisasi khusus atau staf khusus. Hal ini dikarenakan kurangnya SDM dan dirasa masih belum dibutuhkan. Aspek kedua yaitu Penjabaran tujuan ke dalam aturan pelaksana (SOP) menunjukan hampir semua prosedur dilaksanakan dengan baik. Kekurangan pada aspek ini adalah dinas tidak mensosialisasikan program ini secara maksimal, sehingga pendaftar program AKAD hanya sedikit. Aspek ketiga yaitu koordinasi berbagai sumber yang menunjukan bahwa jalinan komunikasi antara pihak dinas dengan pihak perusahaan terjalin cukup baik karena selama ini yang terjadi jarang terjadi kesalahpahaman. Aspek keempat yaitu Pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Dari aspek ini menunjukan alokasi SDM dan anggaran untuk program ini sangat terbatas. Faktor yang paling mendukung adalah jalinan komunikasi yang baik antara semua pihak. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sedikitnya lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Inter-working between regions program (AKAD) is one program to relieve unemployment. The purpose of this program is to unite jobseekers with companies who need workers. With this program expected to help society of Purbalingga to get a more decent job. The aim of the study is to examine and describe how the process of implementation AKAD program in Purbalingga. The method used is descriptive qualitative method, the informant selection techniques purposive sampling and snowball sampling. Data collection in this study using the technique of in-depth interviews, observation and documentation. The analytical method used is interactive model according to Milles and Huberman and validity of the data was tested by triangulation. The research concluded that the implementation of the program in Purbalingga AKAD can be said enough. It can be seen from four aspects: the first is the aspect of the formation of a new organization or special staff. For the implementation in Dinsosnakertrans Purbalingga, AKAD not have a special organization or special staff. This is due to the lack of human resources and it is still not necessary. The second aspect is elaboration goals into the implementing rules (SOP) showed that almost all procedures are properly implemented. Deficiencies on this aspect is dinsosnakertrans not to socialize the program to its full potential, so that only a few applicants AKAD. The third aspect is the coordination of a variety of sources that show that lines of communication between the departments with the company quite well established because there has been a misunderstanding that occurs rarely. The fourth aspect, namely allocation of resources to achieve goals. From this aspect shows the allocation of human resources and budget for these programs is very limited. The most supportive factor is the good communication between all parties. While inhibiting factor is the least jobs offered by the company. |
| Kata kunci | Antar Kerja Antar Daerah ,Implementasi, Pengangguran |
| Pembimbing 1 | Dr. Bambang Tri Harsanto M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Muslih Faozanudin M.Sc |
| Pembimbing 3 | Drs. Ngalimun MPA |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-01-14 10:45:04.884883 |