Artikel Ilmiah : B1J010030 a.n. RAHMAH SEKAR BRAYANTAMI
| NIM | B1J010030 |
|---|---|
| Namamhs | RAHMAH SEKAR BRAYANTAMI |
| Judul Artikel | PERKEMBANGAN FETUS MENCIT (Mus musculus) YANG DIBERI EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pare (Momordica charantia) adalah salah satu tanaman obat yang sering dimanfaatkan untuk meluruhkan menstruasi dan dapat memicu terjadinya aborsi. Kegagalan dalam upaya menggunakan pare untuk meluruhkan menstruasi berpotensi membahayakan kehamilan, karena ekstrak daun pare tersebut dapat mempengaruhi perkembangan embrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi: 1) Perkembangan fetus mencit (Mus musculus) dari induk yang diberi ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia) selama periode kehamilan, 2) Dosis ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia) yang paling berpengaruh terhadap perkembangan fetus mencit (Mus musculus). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan sembilan ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah pemberian ekstrak etanol daun pare dengan dosis 0 mg.kg-1 berat tubuh (D0), 750 mg.kg-1 berat tubuh (D1), 1000 mg.kg-1 berat tubuh (D2) dan 1250 mg.kg-1 berat tubuh (D3). Perkembangan fetus dievaluasi pada umur 6-6,5 dpc (T1), umur 12-12,5 dpc (T2) dan umur 18-18,5 dpc (T3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pare pada semua dosis yang diujikan tidak menyebabkan malformasi pada fetus. Perbandingan antara induk mencit hamil dari perlakuan D1, D2 dan D3 dengan induk mencit hamil dari perlakuan D0 berturut-turut adalah 40%, 20% dan 40%. Rerata ukuran fetus umur 12-12,5 dpc adalah 8,87 ± 0,52 mm, 0,12 ± 0,02 g (D0), 8,45 ± 0,46 mm, 0,11 ± 0,01 g (D1) dan 8,23 ± 0,04 mm, 0,12 ± 0,00 g (D3); pada umur 18-18,5 dpc adalah 17,88 ± 0,69 mm, 1.06 ± 0.04 g (D2). Walaupun tidak terdeteksi adanya abnormalitas fetus, namun hasil penelitian ini perlu dipertimbangkan karena terdapat indikasi adanya penurunan laju implantasi dan penurunan keberhasilan hidup fetus, meskipun penurunan tersebut secara statistik tidak signifikan (p>0,05). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bitter melon (Momordica charantia) is a herbal remedy which often used to regulate menstrual period and have an abortifacient effect. An unseccessful effort to induce menstruation using this remedy might lead to an unsave pregnancy due to an exposure of this remedy to the embryo. The aims of the research were to evaluate : 1) the effect of ethanol extract of bitter melon leaves exposure to gravid mice on fetal development ; 2) The dosage of ethanol extract of bitter melon leaves capable of affecting fetal development. The Complete Randomized Design (CRD) with four treatments group were used in this study. Nine replicates were provided for each group. The tested dosage of ethanol extract of bitter melon leaves were 0 mg.kg-1 body weight (D0); 750 mg.kg-1 body weight (D1); 1000 mg.kg-1 body weight (D2); and 1250 mg.kg-1 body weight (D3). Fetal development were evaluated on 6-6,5 dpc (T1), 12-12,5 dpc (T2) and 18-18,5 dpc (T3). The results showed that ethanol extract of bitter melon leaves of all tested dosages did not induced any fetal malformation. The proportion of gravid mice of the D1, D2 and D3 groups compared to the control group were 40%, 20% and 40% respectively. The average fetal size on 12-12,5 dpc were 8,87 ± 0,52 mm, 0,12 ± 0,02 g (D0), 8,45 ± 0,46 mm, 0,11 ± 0,01 g (D1) and 8,23 ± 0,04 mm, 0,12 ± 0,00 g (D3); on 18-18,5 dpc was 17,88 ± 0,69 mm, 1,06 ± 0,04 g (D2). Eventhough there is no sign of fetal abnormality, some concern needs to be taken into consideration, since there is a sign of decrease in implantation rate and fetal survival altough the decrease was not statistically significant (p>0,05). |
| Kata kunci | perkembangan fetus, mencit, daun pare |
| Pembimbing 1 | Dra. Gratiana E. Wijayanti, M.RepSc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Sorta B. I. Simanjuntak., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-12-09 19:56:42.561406 |