Artikel Ilmiah : P2BA12028 a.n. FIRDA YANUAR PRADANI, S.Si
| NIM | P2BA12028 |
|---|---|
| Namamhs | FIRDA YANUAR PRADANI, S.Si |
| Judul Artikel | INFEKSI HORIZONTAL Beauveria bassiana DAN AKTIVITAS ENZIM KITINASE TERHADAP MORTALITAS Aedes albopictus |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor primer dan A. albopictus sebagai vektor sekunder. Pengendalian vektor selama ini dilakukan dengan menggunakan insektisida dengan resiko terjadi resistensi. Upaya pencarian insektisida alternatif yang ramah lingkungan dan aman terus dilakukan dengan melakukan penelitian potensi mikroorganisme seperti bakteri dan fungi. Salah satu fungi yang diketahui memiliki daya patogen terhadap nyamuk adalah B. bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konidium B. bassiana dengan konsentrasi berbeda terhadap mortalitas A. albopictus. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pengaruh kondisi nyamuk terhadap infeksi fungi, potensi infeksi horizontal dari nyamuk jantan yang terinfeksi kepada nyamuk betina sehat dan aktivitas enzim kitinase yang dihasilkan oleh B. bassiana. Data kematian dianalisis menggunakan uji univariate dan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi konidia berpengaruh terhadap mortalitas A. albopictus. Kondisi nyamuk tidak ikut mempengaruhi mortalitas tetapi mempengaruhi kerentanan nyamuk. Tidak ada interaksi dari kedua faktor yang diujikan sehingga kedua faktor berdiri sendiri dalam menentukan kematian nyamuk. Pada konsentrasi 105 angka kematian nyamuk adalah sebesar 23,05%. Konsentrasi lebih tinggi yaitu 107 mengakibatkan mortalitas yang lebih tinggi yaitu sebesar 31,47%. Indeks kitinolitik B. bassiana adalah sebesar 1,67 dan aktivitas spesifik enzim adalah sebesar 1,0557 unit/mg. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Demam berdarah dengue (DBD) was a disease caused by dengue virus and spread by mosquito bitting especially Aedes aegypti as a primer vector and Aedes albopictus as a secondary vector. Vectrol control today doing by using insecticides that can make vector resistance. Discovering alternative insecticides used microorganism as vector control such as bacteria and fungi. One of potential fungi that has patogenicity to mosquitoes was Beauveria bassiana. Purpose of this research is to know the effect of giving different concentration of conidia B. bassiana to mortality of A. albopictus. In addition, this study aims to look effect mosquito condition resistance to fungal infection, horizontal transfer potention and enzyme activity especially chitinase produced by B. bassiana. Mortality data were analyzed by univariate test and followed by Tukey’s analysis. Result showed that conidia concentration teke effect to mortality A. albopictus. Mosquitoes condition, take no effect to mortality but affected to durability of mosquitoes to prevent fungal infection. There is no interaction between conidia concentration and mosquito condition to death. In concentration 105 mortality rate of A. albopictus was 23,05%. Higher concentrate (107) caused higher mortality is equal to 31,47%. Chitinolitic indexs of B. bassiana is equal to 1,67 dan specific activity of enzyme chitinase is equal to 1,0557 unit/mg. |
| Kata kunci | Demam berdarah dengue, fungi entomopatogen, mortalitas nyamuk, enzim kitinase. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dra. Endang Srimurni K,SU. Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Nuraeni Ekowati, M.S |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2014-12-03 08:20:31.163575 |