Artikel Ilmiah : F1G008009 a.n. ELIYANAH

Kembali Update Delete

NIMF1G008009
NamamhsELIYANAH
Judul ArtikelANALISIS TEMATIK NOVEL “BUTIRAN DEBU”
KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Skripsi ini berjudul "Analisis Tematik Novel Butiran Debu Karya Taufiqurrahman Al-Azizy". Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang tematik novel Butiran Debu. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktur yang terdiri dari alur , tokoh dan penokohan, latar atau setting, sudut pandang dan amanat. Manfaat penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangan bagi ilmu sastra mengenai analisis tematik novel, dan diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang tematik pada Novel Butiran Debu Karya Taufiqurrahman Al-Azizy.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan struktur novel karya fiksi kemudian menganalisis untuk menunjang analisis tematik. Sumber data yang digunakan adalah novel Butiran Debu karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah mendeskripsikan dan menganalisis struktur Novel Butiran Debu Karya Taufiqurrahman Al-Azizy.
Novel Butiran Debu Karya Taufiqurrahman Al-Azizy menceritakan perjuangan tokoh Bu Rohana dan kedua anaknya di tengah ekonomi yang sangat memprihatinkan. Alur pada Novel Butiran Debu Karya Taufirrahman Al-Azizy adalah alur flashback. Tokoh utama Novel Butiran Debu adalah Ibu Rohana, dibantu oleh beberapa tokoh untuk membangun sebuah cerita, seperti Iwan, Rustam, Siti, Pak Haji dan Ibu Haji, Penagih hutang, dan Tetangga. Latar pada Novel Butiran Debu terbagi menjadi tiga, yaitu latar sosial, latar fisik, dan latar waktu.Latar sosial dalam novel tersebut menggambarkan kehidupan Ibu Rohana ketika ditinggal suaminya dan Ibu Rohana berjuang untuk betahan hidup. Latar fisik dalam novel tersebut adalah Desa Cihideung, Jakarta, Bogor Trade Mall (BTM) dan Bogor. Latar waktu terjadi pada siang hari, sore hari, dan malam hari. Amanat yang terkandung dalam Novel Butiran Debu adalah jangan menyerah dalam menjalani hidup, dan selalu ingat kepada Allah Swt dengan selalu mendekatkan diri pada-Nya. Sudut pandang yang terdapat dalam Novel Butiran Debu Karya Taufiqurahman Al-Azizy adalah sudut pandang third person-omniscient atau dia mahatahu, merupakan sudut pandang pengarang berada di luar cerita, dan biasanya pengarang hanya menjadi seorang pengamat yang mahatahu bahkan mampu berdialog langsung dengan pembaca.
Setelah dilakukan analisis terhadap struktur alur, tokoh dan penokohan, latar, amanat, dan sudut pandang dalam Novel Butiran Debu Karya Taufiqurrahman Al-Azizy, dapat ditemukan tema yang terkandung dalam novel. Tema novel Butiran Debu dibagi menjadi lima yaitu: (a) tema jasmania, (b) tema organik, (c) tema sosial, (d) tema egoik, (e) tema ketuhanan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is entitled " Thematic Analysis on Taufiqurrahan Al-Aziy’s N Butiran Debu". It aims at understanding the thematic analysis of Taufiqurrahan Al-Azizy’s Butiran Debu. This research employs the structure analysis consisting of plot, characters and characterization, setting, point of view and the moral messages. It is proposed to be beneficial for developing the literary studies discussion, particularly about the thematic analysis on novel. It is also expected to enhance the readers’ understanding about thematic analysis on Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu.
Thes research is qualitative descriptive research by describing the structure of the novel and analyzing it in order to conduct the thematic analysis. Data used are taken from Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu. Data collection techniques are by reading and taking notes. Data analysis techniques are by describing and alayzing the structure of Taufiqurrahman Al-azizy’s Butiran Debu.

Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu tells the story of struggle from its main character Bu Rohana and her two children in the middle of their financial hard time. The plot of the novel is flashback. The main character of Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu is Ibu Rohana supported by several supporting characters such as Iwan, Rustam, Siti, Pak Haji, Bu Haji, the debt collector, and neighbors. The setting of the novel can be divided into social, physical, and time setting. The social setting depicts the life of Ibu Rohana after being left by her husband, and she had to survive. The physical setting of Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu is Desa Cihideung, Jakarta, Bogor Trade Mall and Bogor. Setting of time is at noon, in the afternoon and in the evening. The moral messages of Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu are never give up and always remember Allah SWT by worshipping and getting closer to Allah SWT. The point of view is the third person omniscient. Third person omniscient is a point of view where the author is outside the story, and it puts the author as an observer who knows everything and even he can directly interact to the readers.
After the structures of the plot, character and characterization, setting, moral messages and point of view of Taufiqurrahman Al-Azizy’s Butiran Debu are analyzed, there are some themes found within the novel. Those five themes are (a). Physical theme (b). Organic theme (c). Social theme, (d). Egoism theme, and (e). God theme.
Kata kunci
Pembimbing 1Drs. H. Bambang Lelono, M.Hum
Pembimbing 2Drs. Kusneni Hadidarsono
Pembimbing 3Wiekandini Dyah P, M.Hum
Tahun2014
Jumlah Halaman48
Tgl. Entri2014-11-20 22:30:08.673719
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.