| NIM | B1J010017 |
| Namamhs | ZUHROTUN NAFI'AH |
| Judul Artikel | Karakterisasi Tiga Kultivar Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] Lokal Banyumas Menggunakan Marka RAPD |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] merupakan tumbuhan asli daerah tropik dan tergolong suku Arecaceae. Kultivar salak dibedakan berdasarkan asal daerah, warna kulit buah, warna daging buah, aroma dan rasa. Di Kabupaten Banyumas terdapat tiga kultivar salak berdasarkan daerah asal tumbuhnya yaitu S. zalacca ‘Kedung Paruk’ di Desa Ledug Kecamatan Kembaran, S. zalacca ‘Kalisube’ di Desa Kalisube Kecamatan Banyumas dan S. zalacca ‘Candinegara’ di Desa Candinegara Kecamatan Pekuncen. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi keragaman genetik tiga kultivar salak lokal banyumas dengan menggunakan teknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Amplifikasi marka RAPD menggunakan sepuluh primer yaitu OPA-9, OPA-10, OPA-11, OPA-16, OPA-18, OPC-8, OPD-18, OPM-10, OPW-13 dan OPX-17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh primer tersebut mampu mendeteksi 50 pita polimorfik (80,6%) dari total sebanyak 62 pita yang dapat teramati dengan jelas. Persentase lokus polimorfik S. zalacca ‘Candinegara’ sebesar 64,00%, S. zalacca ‘Kedung Paruk’ 62,00% dan S. zalacca ‘Kalisube’ 44,00%. Nilai heterozigositas S. zalacca ‘Candinegara’ sebesar 0,1590, S. zalacca ‘Kedung Paruk’ 0,1449 dan S. zalacca ‘Kalisube’ 0,1136. Jarak genetik terdekat ditunjukan oleh S. zalacca ‘Kalisube’ dan S. zalacca ‘Candinegara’ sebesar 0,0235 sedangkan jarak genetik terjauh ditunjukan oleh S. zalacca ‘Kedung Paruk’ dan S. zalacca ‘Candinegara’ sebesar 0,0704.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] is originated from tropical area and it is included in Arecaceae. Salak's cultivars are divided according to their place of origin, shell's colour, fruit flesh's colour, smell, and also taste. There are three salak cultivars found in Banyumas Regency, i.e., S. zalacca 'Kedung Paruk' in Ledug Village at Kembaran District, S. zalacca 'Kalisube' in Kalisube Village at Banyumas District, and S. zalacca 'Candinegara' in Candinegara Village at Pekuncen District. The aim of the study was to know the detailed information of those three salak cultivars genetic diversity by using RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) technique. Ten primers used were OPA-9, OPA-10, OPA-11, OPA-16, OPA-18, OPC-8, OPD-18, OPM-10, OPW-13, and OPX-17. The result of this study showed that those ten primers could detect 50 polymorphic bands (80,6%) from total of 62 bands which could be observed clearly. The percentage of polymorphic loci in S. zalacca 'Candinegara' were 64,00%, S. zalacca 'Kedung Paruk' 62,00%, and S. zalacca 'Kalisube' 44,00%. The heterozygosity value of S. zalacca 'Candinegara' was 0,1590, S. zalacca 'Kedung Paruk' 0,1449, and S. zalacca 'Kalisube' 0,1136. The closest genetic distace was showed by S. zalacca 'Kalisube' and S. zalacca 'Candinegara' (0,0235). Meanwhile, the furthest genetic distance was showed by S. zalacca 'Kedung Paruk' and S. zalacca ‘Candinegara’ (0,0704). |
| Kata kunci | Salak, genetic diversity, RAPD |
| Pembimbing 1 | Dra. Wiwik Herawati, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Drs. Adi Amurwanto, M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-11-19 20:50:23.189806 |
|---|