Home
Login.
Artikelilmiahs
9875
Update
MIFTHAKHUL SEPTIANI
NIM
Judul Artikel
KESERAGAMAN DISTRIBUSI PEMBERIAN LARUTAN NUTRISI PADA PRODUKSI BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) SECARA AEROPONIK DI DATARAN RENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang mendapat prioritas untuk dikembangkan di Indonesia. Kendala utama adalah faktor ketersediaan kentang yang masih terbatas. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi bibit kentang adalah dengan sistem aeroponik. Aeroponik adalah memberdayakan udara, dimana akar tanaman dibiarkan menggantung di udara dan air yang berisi larutan hara disemburkan sampai mengenai akar tanaman. Kabut yang dihasilkan nozzle dapat mempengaruhi produksi tanaman, sehingga keseragaman dalam pemberian nutrisi penting diperhatikan dalam budidaya aeroponik. Keseragaman aplikasi air merupakan salah satu faktor penentu efisiensi irigasi. Perancangan jarak antar nozzle dan cara peletakan nozzle yang tidak tepat pada sistem aeroponik menyebabkan tanaman akan tumbuh tidak seragam dan terjadi pemborosan nutrisi yang menyebabkan tanaman kekurangan pasokan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan koefisien keseragaman distribusi pada pemberian larutan nutrisi produksi benih kentang dalam box aeroponik, 2) mengetahui persebaran pemberian larutan nutrisi produksi benih kentang secara spasial. Tiga susunan rak berisi 12 titik pada rak atas, 12 titik pada rak tengah dan 12 titik pada rak bawah, rak dimasukkan dalam box dimana setiap titik tersebut diletakkan wadah yang digunakan untuk menampung air yang keluar dari nozzle pada saat penyemprotan. Interval waktu untuk pemberian nutrisi pada tanaman pada pagi hari yaitu 16 menit on 4 menit off dan pada malam hari 7 menit on 7 menit off. Keseragaman distribusi pemberian larutan nutrisi pada produksi benih kentang dalam box aeroponik adalah belum optimal, dengan nilai koefisien keseragaman pada interval waktu 16 menit on 4 menit off dan hari 7 menit on 7 menit off sebesar 75% dan 70,83%. Persebaran pemberian larutan nutrisi pada produksi benih kentang secara aeroponik tidak seragam, yang digambarkan pada distribusi spasial jumlah larutan nutrisi yang tertampung pada grid rak atas, rak tengah dan rak bawah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potato (Solanum tuberosum L.) is one of the vegetables that are given priority for developed in Indonesia. The main constraint is the availability of the potato is still limited. One way to increase the production of potato seed is the aeroponic system. Aeroponics is to empower the air, where the plant roots are left hanging in the air, and water containing a nutrient solution sprayed to the plant roots. Fog produced by nozzle can affect crop production, so that uniformity in spraying of nutrients should be considered in aeroponic cultivation. The uniformity of water application is one of the determining factors of irrigation efficiency. The design of the distance between the nozzle and ways of improper nozzle position on aeroponics system causing low uniformity growth of plant. It is also causes nutrient waste. The purpose of this research are 1) to get coefficient of uniformity in spraying nutrient solution in aeroponics potato seed production box, 2) to know the spatial distribution of nutrient solution in the box. Three stacking (top, middle, bottom) contains 12 point in the top rack, middle rack, and bottom rack, respectively. The racks is included in the box in which every point is placed containers used to hold water that comes out of the nozzle when spraying. The time interval for provision of nutrient solution to the plant in the morning is 16 minutes on and 4 minutes off while at night 7 minutes on and 7 minutes off. Distribution of nutrient solution on seed potato production in aeroponics box is not optimal, with a coefficient of uniformity of 16 ; 4 and 7 ; 7 is 75% and 70.83%, respectively. The spread of nutrient solution on seed potato production in aeroponics is low uniformity, which is depicted on the spatial distribution of the water hold by reservoir on each.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save