Home
Login.
Artikelilmiahs
9836
Update
FARIDA ARIANI
NIM
Judul Artikel
Analisis Risiko Usahatani Kacang Hijau dan Kacang Panjang di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang hijau dan kacang panjang merupakan jenis palawija yang sering dipilih petani untuk dibudidayakan setelah musim tanam padi selesai. Kacang hijau dan kacang panjang memiliki kelebihan yaitu toleran terhadap kekeringan. Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor merupakan salah satu desa dengan lahan sawah irigasi setengah teknis, dimana masih kesulitan mendapatkan pengairan lahan pertanian pada musim kemarau dan mengakibatkan risiko usahatani yang tinggi. Keadaan tersebut membuat petani memilih tanaman kacang hijau dan kacang panjang untuk dibudidayakan di Desa Karangdadap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat risiko dan perbedaan efisiensi usahatani usahatani kacang hijau dan kacang panjang di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sebanyak petani kacang hijau sebanyak 29 responden dan petani kacang panjang sebanyak 33 responden. Data penelitian berupa primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan analisis biaya dan pendapatan, analisis risiko, analisis revenue cost ratio dan uji-z. Berdasarkan perhitungan analisis risiko menunjukkankoefisien varian kacang hijau sebesar 49 persen dan kacang panjang sebesar 41 persen, sehingga dapat disimpulkan usahatani kacang hijau dan usahatani kacang panjang memiliki tingkat risiko yang sama. Namun, usahatani kacang panjang lebih efisien dikarenakan hasil yang diperoleh dari usahatani kacang panjang berupa produk segar dan produk kering, serta harga jual kacang panjang lebih tinggi dibandingkan harga jual kacang hijau.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Long beans (Vigna sinesisi) and mung beans (Vigna radiate L.) are some type of palawija plants to cultivated by farmers. Karangdadap village, subdistrict of Kalibagor, Banyumas is village with semi technical irrigated land, which is still trouble getting agriculture irrigation on dry season and make farming system risk is high.Except, this condition make farmers to choose plants such as mung beans and long beans in karangdadap villages. As for this study aimed to determine level of risk and determine efficiency system farming of mung beans and kacang panjang in Karangdadap village subdistrict Kalibagor, Banyumas. The research methods usedsurvey. The sampling methods used simple random sampling obtainable mung bean farmers about 29 respondents and long bean farmers about 33 respondent . the research data in the form of primary abd secondary was accepted with interviews and literature. Analysis methods used cost and income analysis, risk analysis, R/C ratio analysis and z- test. The result of calculate risk analysis aimed to coefficientvariance of mung benas is 49 percent and long beans 41 percent, so it can be concluded mung beans and long beans farming have same level of risk. However, long beans farming more efficient than mung beans because result from long beans farming such as fresh product, dry product and has selling price more high than mung beans selling price.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save