Home
Login.
Artikelilmiahs
9824
Update
ERVINA MARTHALYA
NIM
Judul Artikel
Kajian Finansial Usaha Industri Rumah Tangga Teh Rakyat (Studi Kasus di Desa Pagenteran dan Pulosari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Relatif sedikit petani teh yang memandang usaha perkebunan teh sebagai usaha yang menguntungkan, hal ini berkaitan dengan rendahnya kualitas pasar yang dimiliki petani teh. Selain itu, perkembangan industri teh tidak lepas dari keadaan sosial ekonomi petani teh yang masih kurang memadai. Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah terdapat industri rumah tangga teh rakyat yang masih aktif, paling banyak di Desa Pagenteran dan Pulosari. Banyaknya industri rumah tangga teh rakyat yang ada di Desa Pagenteran dan Pulosari, menyebabkan para pengolah teh harus bersaing dalam menawarkan produk teh yang disukai oleh konsumen. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui atribut mana yang menjadi pertimbangan utama konsumen dalam mengonsumsi teh rakyat berdasarkan persepsinya; dan untuk mengetahui keuntungan secara finansial industri rumah tangga teh rakyat di Desa Pagenteran dan Pulosari. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 28 Maret sampai 2 Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus terhadap industri rumah tangga teh rakyat di Desa Pagenteran dan Pulosari, dengan rancangan pengambilan sampel yaitu sensus kepada 39 produsen teh serta judgment sampling kepada 25 konsumen teh. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis deskriptif; analisis biaya, analisis penerimaan dan pendapatan; dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen terhadap atribut teh rakyat, yang menjadi pilihan atau pertimbangan utama konsumen dalam mengonsumsi teh rakyat yaitu dari segi harga. Harga rata-rata teh rakyat di Kecamatan Pulosari Rp17.461,54 per kg, dinilai sangat terjangkau bagi para konsumen, namun secara finansial belum memberikan keuntungan bagi para pengolah. Kenyataan inilah yang menjadi perhatian industri rumah tangga teh rakyat teh di Desa Pagenteran dan Pulosari ketika menetapkan harga. Hasil kajian finansial menunjukkan bahwa usaha industri rumah tangga teh rakyat teh di Desa Pagenteran dan Pulosari tidak efisien. Hal ini dikarenakan pendapatan yang diperoleh negatif serta nilai R/C ratio yang diperoleh kurang dari 1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Relatively few tea farmers who think the tea plantation business as a profitable business, it is due to the low quality of the market owned by tea farmers. In addition, the development of the tea industry can not be separated from the socio-economic situation of tea farmers who still inadequate. Pulosari District Pemalang Regency Central Java Province has home industry of “teh rakyat” which still active, most in the Pagenteran and Pulosari village. So many home industry of “teh rakyat” in the Pagenteran and Pulosari village, causing the tea producer must compete in offering tea products favored by consumers. This research was aimed to: know attributes which becomes consideration main consumers in people consuming tea based on perception and know the profit financially home industry of “teh rakyat” in Pagenteran and Pulosari village. Data obtaining was conducted on March 28th until May 2nd 2014. Research method is case study of home industry of “teh rakyat” in Pagenteran and Pulosari Village, while sampling which used is census to 39 tea producer, and judgment sampling to 25 tea consumer. Research analysis method is: descriptive analysis; cost analysis, revenue and income analysis; and R/C ratio analysis. Research results showed that consumers perceptions of the attributes of “teh rakyat , that becomes the main consideration or choice of the consumer in consumed the “teh rakyat” that is price. Price of the “teh rakyat” in the Pulosari district is Rp17.461,54 per kg, considered to be very affordable for consumers, but have not provide benefits financially for producer. This fact becomes concern for domestic home industry of the “teh rakyat” in the Pagenteran and Pulosari village when setting price. Financial results of the research showed that home industry of the “teh rakyat” in the Pulosari and Pagenteran village is inefficient. It because the obtained income is negative and the value of R/C is less than 1.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save