Home
Login.
Artikelilmiahs
9799
Update
RANRAN PUJI ANDRIANI
NIM
Judul Artikel
ENDEMIK PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADI SAWAH DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui endemik penyakit hawar daun bakteri (Xoo) pada tanaman padi di Kabupaten Banyumas dan mendapatkan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi endemik penyakit hawar daun bakteri. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, dari bulan Mei 2014 sampai dengan bulan Juli 2014 di Kecamatan Purwokerto Utara, Purwokerto Timur, Kembaran, Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling.Variabel yang diamati meliputi, iklim (suhu, kelembapan, dan curah hujan), ketinggian tempat, intensitas penyakit, laju infeksi, prevalensi penyakit, dan AUDPC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa endemik penyakit HDB terjadi di wilayah Banyumas pada setiap wilayah yang diamati yaitu Kalibagor, Pajerukan, Mersi, Purwokerto Wetan, Pliken, Bojongsari, Grendeng dan Purwanegara dengan nilai intensitas penyakit antara 42,22% sampai dengan 57,78%, laju infeksi antara 0,022 unit/hari sampai dengan 0,116 unit/hari, prevalensi penyakit antara 15% sampai dengna 35,04%, dan AUDPC 502,54% sampai dengan 712,46%. Faktor dominan yang mempengaruhi endemik penyakit HBD adalah suhu udara.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research was to understand the endemic desease of bacterial leaf blight and to get the most dominan factor in affecting the desease of rice in Banyumas. The research was held for 3 months starting from Mei 2014 to June 2014 in Purwokerto Utara, Purwokerto Timur, Kembaran dan Kalibagor in Banyumas district. The method of this research was based from survey. The sample was taken in purposive random sampling. The variable of research were climate (temperature, moisture and rain frequency), height of place, desease intensity, infection progress, desease prevalention and AUDPC. The results showed that the desease endemic of HDB occuredin every observed area in Banyumas such as Purwokerto Wetan, Kalibagor, Pajerukan, Mersi, Pliken, Bojongsari, Grendeng and Purwanegara by the index of desease are among 42,22% to 57,78%. The infections progress are among 0,022 unit/day to 0,116 unit/day, desease prevalentions are 15% to 35,04%, and AUDPC is among 502,54% to 712,46%. The dominant factor that affects the endemic desease is the air temperature.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save