Home
Login.
Artikelilmiahs
9797
Update
DICKY HIDAYAT
NIM
Judul Artikel
PENYEBARAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA TANAMAN PADI SAWAH DI TIGA KETINGGIAN TEMPAT KECAMATAN SUMBANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kerusakan padi yang paling tinggi akibat penyakit hawar daun bakteri (HDB), dan mengetahui penyebaran penyakit HDB di tiga ketinggian tempat. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, dari bulan Juni 2014 sampai dengan Juli 2014 di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode survey dan pengambilan sampel dilakukan secara multistage purposive cluster stratified random sampling. Areal yang dijadikan sebagai sampel adalah areal tanam padi sawah di Kecamatan Sumbang pada tiga ketinggian tempat yang berbeda, yaitu pada strata 1 (0-300 m dpl) meliputi Desa Karangcegak, Desa Sumbang, Desa Tambaksogra, Desa Kebanggan, dan Desa Banteran, strata II (>300-500 m dpl) meliputi Desa Banjarsari Wetan, Desa Kotayasa, Desa Gandatapa, dan Desa Sikapat, dan strata III (>500-1000 m dpl) meliputi Desa Limpakuwus 1, dan Desa Limpakuwus 2. Variabel yang diamati meliputi cuaca (suhu, kelembapan, dan curah hujan), intensitas penyakit, insidensi penyakit, prevalensi penyakit, dan AUDPC. Hasil penelitian ini menunjukkan kerusakan tanaman padi yang paling tinggi karena penyakit HDB berada pada strata I (0-300 m dpl) yang ditunjukkan dengan rerata intensitas penyakit sebesar 40,71%, rerata insidensi penyakit sebesar 99,73%, rerata prevalensi sebesar 99,61%, dan nilai AUDPC sebesar 641,76%. Pola penyebaran penyakit HDB di Kecamatan Sumbang umumnya adalah pola tersebar secara mengelompok (aggregation).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aim of research were to know the severity of bacterial leaf blight (BLB) disease on rice, and to know the BLB spreading at three different altitude. This research was conducted for two months, from June 2014 to July 2014 in sub-district Sumbang, Banyumas. The method used was surveying, and the sampling was done in a multistage purposive cluster stratified random sampling. The area sample used were located in three different altitudes, those were strata I villages (0-300 meter above sea level) consisted of Karangcegak, Tambaksogra, Sumbang, Kebanggan, and Banteran, strata II villages (>300-500 meter above sea level) consisted of East Banjarsari, Kotayasa, Gandatapa, and Sikapat, and strata III villages (>500-1000 meter above sea level) consisted of Limpakuwus 1 and Limpakuwus 2. The variables observed were weather (temperature, humidity, rainfall average), the intensity of the disease, the incidence of disease, the prevalence of disease, and the AUDPC. The results of research showed that the amount of damage of the rice because of BLB found in strata I (0-300 meter above sea level) showed that the average of disease intensity is 40,71%, the average of disease incidence is 99,73%, the average of disease prevalence is 99,61%, and the AUDPC is 641,76%. The pattern of BLB disease in Sumbang was group-distributed pattern (aggregation).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save