Home
Login.
Artikelilmiahs
9780
Update
ERISA MUKDIAH WIJAYANTI
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI USAHATANI BAWANG DAUN DI DESA BATURSARI KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang daun merupakan salah satu jenis sayuran daun yang biasa digunakan untuk sayuran ataupun bumbu penyedap masakan serta pengobatan (terapi) suatu penyakit. Berbagai manfaat yang dimiliki bawang daun menyebabkan permintaan bawang daun dalam masyarakat kita terus meningkat. Desa Batursari Kecamatan Pulosari merupakan salah satu sentra produksi bawang daun di Kabupaten Pemalang Indonesia karena kondisinya yang sangat cocok untuk budidaya bawang daun. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi usahatani bawang daun. (2) Menganalisis tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis pada usahatani bawang daun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2014 di desa Batursari Kecamatan Pulosari Pemalang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Lokasi penelitian di pilih secara purposive dengan pertimbangan Desa Batursari merupakan sentra bawang daun di kecamatan Pulosari. Metode pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling dan diperoleh sebanyak 48 responden. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder diperoleh melalui wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model fungsi produksi frontier stokastik (stochastic frontier production function) dengan bentuk fungsional Cobb-Douglass yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear logaritma natural, pendekatan rasio NPM/BKM, serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Faktor-faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani bawang daun di desa Batursari adalah bibit, pupuk organik, dan pestisida. Sedangkan variabel lain yaitu pupuk anorganik dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani. (2) Rata-rata efisiensi teknis dan alokatif usahatani bawang daun di Desa Batursari adalah 0,7946 dan 3,4031. Hal ini berarti usahatani bawang daun di Desa Batursari belum efisien secara ekonomis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Scallion is one of the type of leaf vegetable commonly used for vegetables or food seasonings and treatment (therapy) a disease. Various benefits owned scallion cause the demand of scallion continues to rise in our society. Batursari Village District of Pulosari is one of scallion production centers in Pemalang Indonesia because of the condition is suitable for the cultivation of Scallion. This study aims (1) to analyze the factors that influence the production of scallion farm. (2) to analyze the level of technical, allocative, and economical efficiency of scallion farm. This study was conducted in March-April 2014 in the Batursari village District of the Pulosari Pemalang. This research was conducted by survey method. Location of the study purposively selected with consideration Batursari village is a scallion center in the Pulosari district. Sample retrieval methode in this study using simple random sampling and obtained 48 respondents. The research data in the form of primary data and secondary data obtained through interviews, questionnaires, and literature. Data were analyzed using stokastik frontier production model with Cobb-Douglass functional form that transformed into a natural logarithm linear form, NPM / BKM ratio approaches, and descriptif analysis The results showed (1) the factors of production that significantly affect farm production of scallion in Batursari are seeds, organic fertilizers, and pesticides. While other variables that inorganic fertilizers and labor has no effect on farm production. (2) Average technical efficiency and allocative of scallion farms are 0.7946 and 3.4031. This means scallion farm in Batursari economically have not been efficient yet.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save