Home
Login.
Artikelilmiahs
9768
Update
DWI PUTRI UTAMI
NIM
Judul Artikel
PERAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN DALAM MENGUNGKAP TRANSAKSI MENCURIGAKAN DALAM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pencucian uang merupakan fenomena yang aktual di industri perbankan hingga saat ini. Tindakan yang tidak pernah terlepas dari tindak pidana asalnya ini pun telah dikrimalisasi di Indonesia. Oleh karena itu kejahatan ini bukan merupakan kejahatan tunggal, melainkan kejahatan ganda. Sehingga seharusnya masyarakat mulai menyadari akan bahaya dan kerugian yang diakibatkan dari tindakan ini. Permasalahan dalam penelitian yang diambil antara lain: mengetahui peran PPATK dalam mengungkap transaksi mencurigakan dari tindak pidana pencucian uang. Selanjutnya mengetahui kendala-kendala PPATK dalam mengungkap transaksi mencurigakan dari tindak pidana pencucian uang. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis yaitu penelitian yang menekankan pada aspek-aspek sosiologis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Peran PPATK dalam mengungkap transaksi mencurigakan dalam tindak pidana pencucian uang yaitu adanya laporan dari Penyedia Jasa Keuangan (PJK), setelah itu dari PPATK melakukan analisis awal, pengumpulan data, evaluasi terhadap masing-masing informasi yang akan digunakan untuk proses analisis data, penyatuan terhadap transaksi-transaksi yang diduga adanya tindak pidana pencucian uang, analisis data, pembuatan penilaian atas analisis data, pengujian terhadap hasil analisis dan apabila terbukti adanya tindak pidana pencucian uang maka disampaikan kepada pihak penyidik tindak pidana pencucian uang. Sedangkan kendala dari peran tersebut terlihat dari berbagai aspek yaitu struktur adanya kurang Sumber Daya Manusia, Subtansi masih kurang menjalankan Know Your Customer, dan kultur masih ada PJK yang tidak melaporkan apabila diduga adanya transaksi keuangan yang mencurigakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Money laundering is an actual phenomenon in the banking industry today. The action is never separated from the underlying predicate offenses has also been criminalized in Indonesia. Therefore, this crime is not a single crime, but a double crime. So should the public began to realize the dangers and losses resulting from this action. Problems in the research were taken include: knowing INTRAC role in uncovering suspicious transactions of money laundering. Furthermore, knowing the constraints INTRAC in uncovering suspicious transactions of money laundering. The approach used in this research is the juridical sociological that is the research emphasizes the sociological aspects. The data obtained and analyzed by descriptive qualitative. Source of data used are primary data and secondary data. INTRAC role in uncovering suspicious transactions in money laundering is a report from the Financial Service Providers (FSP), after that of INTRAC conduct a preliminary analysis, data collection, evaluation of each of the information that will be used for the data analysis process, unity of the transactions are suspected of money laundering, data analysis, creation of an assessment of the data analysis, examination of the results of the analysis and, if proven to be money laundering then submitted to the investigating authorities of money laundering. While the constraints of the visible role of the various aspects of the structure of a lack of Human Resources, The substance is still less run Know Your Customer, and the culture is still not report if the FSP is suspected suspicious transactions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save