Home
Login.
Artikelilmiahs
9721
Update
ENDAR BUDISASONGKO, S.T
NIM
Judul Artikel
KAJIAN KUALITAS AIR DAN PERILAKU PENGGUNAAN SUMUR GALI OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR SUNGAI KALIYASA KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sungai Kaliyasa yang terletak di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap diduga mengalami penurunan kualitas. Masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Kaliyasa menggunakan air sumur gali untuk keperluan air bersih. Sungai Kaliyasa diduga mengalami penurunan kualitas, sehingga mempengaruhi kualitas air sumur gali. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengkaji kualitas air sumur gali ditinjau dari parameter; fisika, kimia dan mikrobiologi; 2) mengkaji perilaku masyarakat dalam penggunaan air sumur gali; dan 3) menganalisis hubungan antara perilaku masyarakat dan kualitas air sumur gali sekitar Sungai Kaliyasa di Kelurahan Tegal Kamulyan. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap air sumur gali dan perilaku masyarakat sekitar Sungai Kaliyasa di Kelurahan Tegal Kamulyan. Sampel air sumur gali ditentukan dengan stratified sampling, dalam strata jarak sumur gali dari Sungai Kaliyasa dengan 6 tingkatan jarak dari 30 m, 60 m, 90 m, 120 m, dan 150 m. Tiap strata diambil 1 sumur yang masing-masing pengambilan sampel sebanayak 3 kali ulangan. Jumlah responden perilaku masyarakat dalam penelitian ini adalah 100 orang penduduk yang berada di sekitar Sungai Kaliyasa Kelurahan Tegal Kamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Pengukuran kualitas air sumur gali menggunakan standar baku mutu kualitas air bersih Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Dalam penelitian ini, parameter dibatasi pada bau, TDS, warna, besi, klorida, mangan, pH, dan total coliform. Kualitas air sumur gali dan pengaruh jarak sumur dari sungai dianalisis dengan analisis of varians (anova). Perilaku masyarakat dibagi dalam tiga aspek sebagai berikut (1) pengetahuan, (2) sikap, dan (3) tindakan yang diperoleh melalui kuisioner dan wawancara kepada masyarakat berdasarkan skala Likert dan dibuat rangking. Analisis hubungan antara perilaku masyarakat Kelurahan Tegal Kamulyan dan kualitas air sumur gali di sekitar Sungai Kaliyasa dengan metode Uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa parameter fisika dan kimia air yang tercemar berada di Stasiun I (kandungan TDS sebesar 31.159 mg/l) dan kemudian diikuti sampai Stasiun VI (kandungan TDS sebesar 459 mg/l). Kandungan total coliform mempunyai kecenderungan yang sama di Stasiun I (kandungan total coliform sebesar 61,67 jumlah/100 ml) kemudian diikuti samapai Stasiun VI (kandungan total coliform sebesar 25,33 jumlah/100 ml). Perilaku masyarakat Kelurahan Tegal Kamulyan untuk aspek pengetahuan cenderung tidak tahu pada Stasiun I (1,96) kemudian diikuti sampai Stasiun VI (1,81). Secara umum, aspek pengetahuan yang tidak baik mempunyai kecenderungan yang sama dengan kualitas air sumur gali.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kaliyasa River, which is in South Cilacap District Cilacap; Regency, is estimated to have lower water quality and it affects the quality of the inhabitants’ wells. In fact, they use the wells to get cleaner water. This research is aimed to study the wells’ water quality by observing the parameter, physical, chemical, and microbiological qualities; study the society’s attitude towards the use of the wells; and analyses the correlation between the attitude and the wells’ quality around Kaliyasa River in Tegal Kamulyan village. A survey is carried out to take the water samples and to observe the society’s attitude. The water samples are determined by a stratified sampling, in distance strata of six levels from 30 m, 60 m, 90 m, 120 m, and 150 m. From each stratum, the researcher takes the sample three times for one well. This research involves 100 inhabitants, as respondents, around Kaliyasa River, Tegal Kamulyan Village, South Cilacap District Cilacap Regency. The water quality is tested by the water quality standard as suggested by the Indonesian Health Minister’s Regulation (Permenkes) No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Whereas the parameters are limited to the smell, TDS, colour, iron, chloride, manganese, pH, and the total coliform. Then, the water quality and the effect of the wells distance are analysed by variance analysis (anova). In this case, the society’s attitude is classified into three features, knowledge, attitude, and activities, collected from a detailed questionnaire and an interview. The data is ranked and then analysed according to a Likert scale. On another hand, the correlation between the society’s attitude and the water quality is analysed by employing a correlation test of Spearman Rank. The research findings provide three results that, the physical as well as the chemical qualities of the contaminated water are in Station I (TDS content of 31,159 mg/l) and followed until Station VI (TDS content of 459 mg/l). The total content of coliform tends to be the same in Station I (total coliform content of 61.67/100ml) until Station VI (total coliform content of 25.33/100ml). Second, the society ignorance is shown in Station I (1.96) and followed until Station VI (1.81); In general, the lack of knowledge tends to influence the water quality in their wells.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save