Home
Login.
Artikelilmiahs
9711
Update
YULIANTO ANDREASTA DHARMONO
NIM
Judul Artikel
Analisis Komparatif Ayam Pedaging dan Ayam Buras Petelur di Kelompok Wanita Tani Ternak (KWTT) "Wanita Karya" Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu kelompok peternak ayam pedaging dan ayam buras petelur adalah Kelompok Wanita Tani Ternak (KWTT) Wanita Karya di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas. Pada dasarnya kelompok ingin mengembangkan usahanya, akan tetapi dari kedua usaha tersebut belum diketahui usaha mana yang menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk;1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan dari usaha ayam pedaging dan ayam buras petelur; 2) Membandingkan rasio imbangan penerimaan dan biaya total serta mengetahui titik impas atau Break Event Point ; 3) mengetahui kendala faktor produksi apa saja dalam usaha ayam pedaging dan ayam buras petelur melalui pendekatan optimalisasi produksi. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada KWTT Wanita Karya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, R/C, Break Event Point (BEP), dan program linier optimalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total ayam pedaging sebesar Rp126.381.280 dan ayam buras petelur sebesar Rp217.295.681, kemudian pendapatan ayam pedaging sebesar Rp41.822.240 dan ayam buras petelur sebesar Rp64.746.319 . Nilai R/C ayam pedaging sebesar 1,33 sedangkan pada ayam buras petelur sebesar 1,30. Nilai BEP penerimaan, produksi dan harga pada ayam pedaging sebesar Rp40.285.627, 1.259 Kg dan Rp24.043, kemudian BEP penerimaan, produksi dan harga pada ayam buras petelur sebesar Rp53.969.190 , 46.306 butir dan Rp1.258. Kendala faktor produksi yang belum dipergunakan secara optimal adalah pakan, tenaga kerja dan kandang. Hal ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik agar kelebihan persediaan ini dapat menjadi hasil yang menguntungkan bagi kelompok.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One of breeders of these commodities was Women Livestocks Group at Karanggude Kulon Village in Karanglewas Sub-district. Basicly, livestocks group want to explore their businesses, but form the both of their businesses, they did no find yet the good one to be explored and be able to give them more profitable. This study aim to; 1) identify the cost , revenue, and income of broiler and local layer business; 2) To compare the ratio of balance of revenue and total cost and identify the break-even point or BEP; 3) identify any constraints of production factors on broiler and local layer business with production optimization approach. The study method used a case study on Women Livestocks Group of KWTT “Wanita Karya” at Karanggude Kulon Village. The analitycal method used analysis of costs and revenues, R/C, Break Even Point (BEP), and linear optimization program. The results of study showed that total cost of broiler is Rp126.381.280 and local layer is Rp217.295.681. Then the income from broiler is Rp41.822.240 and local layer is Rp64.746.319 . R/C on broiler is 1,33 while on local layer is 1,30. BEP values of income, production and cost on broiler is Rp40.285.627, 1.259 kg dan Rp24.043. Then BEP values of income, production and cost on local layer is Rp53.969.190 , 46.306 eggs dan Rp1.257. The constraint factors did not use optimally yet were feed, labor, and cage. This factors must be used well so that excess supply could be favorable outcome for the livestocks group.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save