Home
Login.
Artikelilmiahs
9436
Update
WIMALA PERMATASARI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI BKPM PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia menempati urutan kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia pada tahun 2010. Pada tahun 2012, di Kabupaten Banyumas terjadi peningkatan pasien TB pada tiap triwulan, salah satu faktornya yaitu karena ketidakpatuhan pasien dalam minum obat ini seringkali menjadi penyebab kegagalan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan agar dapat diperoleh gambaran mengenai kepatuhan minum obat penderita TB paru dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien TB Paru menjalani pengobatan di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Purwokerto pada periode Oktober-Desember 2013 yang berdomisili di Kabupaten Banyumas. Analisis univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran sosiodemografik ketidakpatuhan minum obat. Analisis bivariat dilakukan untuk mencari hubungan antara variabel independen (sosiodemografis, pengetahuan pasien, efek samping obat, peran keluarga atau PMO, serta peran petugas kesehatan) dengan variabel dependen (kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis) menggunakan uji chi square. Analisis multivariat untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada kepatuhan menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 54 pasien terdapat 14 pasien TB paru memiliki tingkat kepatuhan yang rendah, 24 responden memiliki tingkat kepatuhan yang sedang dan 16 responden memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi. Variabel bebas Pengetahuan pasien tentang penyakit TB paru memiliki hubungan yang bermakna dan tingkat keeratan hubungan yang kuat. Sedangkan variabel lain tidak mempunyai hubungan yang bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini, pengetahuan pasien tentang TB paru merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Purwokerto.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia was 5th highest country with TB burden in the world in 2010. In 2012, there is a an TB patient increase every 3 months in Banyumas, non compliance medication by patient is one of factors that cause failure in TB treatment. The aim of this study is to obtain an overview of medication adherence of pulmonary tibercolosis patients and its influencing factors. This research is non experimental using cross sectional study. Population used in this study is pulmonary TB patient who has undergoing treamtment at Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Purwokerto in October-Desember 2013 period. Univariate analysis was performed to describe sociodemographic on TB non compliance medication. Bivariate analysis was performed to find the relationship between the independent variables (sociodemographic,patient education,medication side effects,role of family or PMO, and the role of health workers) with the dependent variables (TB medication adherence) using Chi Square. Multivariate analysis was performed to determine the most influential factors on TB medication adherence using multiple regression logistic analysis. The results of this study showed that from 54 pulmonary TB patients overall, there is 14 pulmonary TB patients have low medication adherence, 24 pulmonary Tb patients have moderate medication adherence and 16 pulmonary tb patients have high medication adherence. Knowledge Independent variables have a significant relationship in high level with medication adherence. While age, gender, education, employment, role of family or PMO, and role of health workers don’t have a meaningful relationship. The conclusion of this study is patient knowledge about pulmonary TB was the most influential factor in TB pulmonary medication adherence at Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru Purwokerto.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save