Home
Login.
Artikelilmiahs
9393
Update
ADI GUNAWAN
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SEDIMENTASI LAGUNA SEGARA ANAKAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN GPS ECHOSOUNDER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Segara Anakan merupakan laguna yang berlokasi di muara pantai selatan Jawa Tengah, lokasinya berbatasan antara kabupaten Ciamis dengan kabupaten Cilacap. Kebanyakan laguna memiliki beberapa permasalah seperti perusakan ekosistem, pencemaran air dari limbah yang dibuang di sungai, dan pendakalan dari laguna yang menyebabkan pengurangan luas laguna, sehingga daya tampung laguna terhadap air menjadi berkurang. Masalah tersebut juga terjadi pada laguna segara anakan yang setiap tahun mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang terus disumbangkan oleh sungai-sungai yang bermuara di laguna segara anakan. Menurut data yang ada, setiap tahun diperkirakan terjadi penambahan sedimen sebanyak satu juta meter kubik di laguna Segara Anakan, dimana 75% disumbangkan dari DAS Citanduy dan 25% oleh sungai-sungai lain yang juga bermuara di Segara Anakan. Dari masalah yang ada, perlu adanya perhatian untuk masalah perubahan bathimetri akibat dari sedimantasi. Pengukuran bathimetri menggunakan GPS Echosounder merupakan pengukuran langsung yang dilaksanakan guna mengetahui bathimetri di daerah perairan. Pengukuran bathimetri di Segara Anakan sangat erat hubungannya dengan pasang surut air laut. Dari hasil analisis data pasang surut tahun 2013 dengan menggunakan metode least square didapatkan muka air rata-rata untuk pengukuran di desa Klaces yaitu 1,293 meter, dan di desa Majingklak 0,874 meter. Hasil analisis muka air rata-rata digunakan sebagai koreksi terhadap data kedalaman dari hasil pengukuran bathimetri menggunakan GPS Echosounder. Hasil analisis sedimentasi di laguna Segara Anakan menggunakan pengukuran GPS Echosounder adalah sebagai berikut : penambahan volume sedimen di laguna Segara Anakan selama kurun waktu tujuh tahun sebesar 6.961.707,20 m3; rata-rata penambahan sedimen setiap tahun sebesar 994.529,60 m3 per tahun. Penelitian ini menyimpulkan perlu adanya penanganan pada daerah DAS sungai Citanduy agar laju sedimentasi di Segara Anakan dapat dikurangi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Segara Anakan a lagoon which located in the estuary on the southern coast of Central Java, on the border between Ciamis District with Cilacap District. Most of the lagoon has some problem such as destruction of ecosystem, water pollution from waste dumped in river, and trivialisation of lagoon and caused broad reduction of lagoon, so capacity of the lagoon to water be reduced. These problem also occur in Segara Anakan lagoon, that every year it was the result of sedimentation have donated by a river that rises in Segara Anakan lagoon, where 75% donated from Citanduy river basin and 25% from other river also rises in Segara Anakan lagoon. Of the existing problems, there should have been attention to the matter of bathimetry changes a result of sedimentation. Bathimetry measurement using GPS Echosounder is a direct measurement was carried in order to know the bathimetry in the area of waters. The measurement of bathimetry in Segara Anakan is very closely related with sea water tides. From analysis result of tides 2013 using least square method, it is obtained mean sea level 1,293 meters at Klaces village, and 0,874 at Majingklak village. Analysis result of mean sea level used as a corrective against of depth from result of bathimetry measuring using GPS Echosounder. Result of sedimentation analysis in Segara Anakan lagoon using GPS echosounder measurement is as follows : the addition of sedimentation volume in Segara Anakan lagoon during seven years is 6,961,707.20 m3; addition average of sediment every years is 994,529.60 m3/ year. This research concludes it needs for handling on Citanduy river basin, so the rate of sedimentation in Segara Anakan can be reduced.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save