Home
Login.
Artikelilmiahs
9391
Update
ADIBAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Biaya Minimal Konversi Penggunaan Terapi Levofloxacin Intravena ke Oral di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dalam pelayanan kesehatan, obat merupakan komponen biaya terbesar dan dapat mencapai hingga 70% dari total biaya. Ketika pengeluaran untuk obat dikendalikan maka biaya total akan dapat dihemat. Salah satu hal yang dapat diterapkan di rumah sakit untuk kendali mutu dan kendali biaya adalah dengan konversi terapi intravena ke oral. Levofloxacin adalah salah satu obat yang bisa dilakukan konversi karena memiliki bioavailabilitas per oral sebesar 99%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat persentase pasien yang dapat dikonversi dan persentase biaya yang dapat dihemat jika terapi levofloxacin intravena diasumsikan dikonversi ke oral berdasarkan kriteria konversi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh dari populasi seluruh pasien rawat inap yang menggunakan levofloxacin pada bulan Juli-Desember 2013 di RSMS. Terapi diasumsikan dapat dikonversi jika pasien memenuhi kriteria konversi yang meliputi suhu, tekanan darah, nadi dan respiratory rate. Biaya yang dihitung adalah rata-rata biaya obat levofloxacin dan analisis biaya yang digunakan yaitu analisis biaya minimal. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara terapi levofloxacin pada pasien yang dilakukan konversi dan terapi levofloxacin pada pasien yang tidak dilakukan konversi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 83 pasien yang menggunakan terapi levofloxacin intravena. Sebanyak 75 pasien (90,4%) diantaranya dapat dilakukan konversi terapi, sedangkan 8 pasien (9,6%) lainnya tidak dapat dilakukan konversi terapi. Rata-rata biaya penggunaan levofloxacin intravena dan merk X (biaya non konversi) masing-masing adalah Rp.356.621,- ± 168.127,66 dan Rp.1.456.239,- ± 653.889,03. Sedangkan rata-rata biaya konversi levofloxacin dan merk X (biaya konversi) masing-masing adalah Rp.84.406,- ± 30.800,16 dan Rp.655.345,- ± 306.646,22. Selisih total biaya terapi dari 75 pasien yang dapat dilakukan konversi terapi adalah Rp.23.639.929,- atau sebesar Rp.272.215 ± 163.940,04 per pasien pengguna levofloxacin generik dan Rp.809.521 ± 609.304,69 per pasien pengguna merk X. Rata-rata persentase penghematan pada pasien pengguna levofloxacin dan merk X masing-masing sebesar 18,48% ± 11,59 dan 28,35% ± 21,75.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In health care, drug is the largest cost component reach up to 70% of the total cost. When spending for drugs was being controlled then total cost will be saved. One thing that can be applied in the hospital for quality and cost control is the conversion from intravenous to oral therapy. Levofloxacin is one of drugsconversion could be done because it has 99%oral bioavailability. The purpose of this study is to look at the percentage of patients that can be converted and the percentage of costs that could be saved if the intravenous levofloxacin therapy assumed converted to oral therapy based on conversion criteria. This research is a descriptive research using retrospective data collection. The sample in this study is the saturated sample of all hospitalized patients using levofloxacin in July-December 2013 in the RSMS. Therapy assumed to be converted if the patient meets conversioncriteria which include temperature, blood pressure, pulse and respiratory rate. Costs that being calculated is the average cost of levofloxacin therapyand usingminimal cost minimal analysis. The analysis is done by comparing between levofloxacin therapy in patients who do oral conversions and levofloxacin therapy in patients who do not do the oral conversion. The samples in this study were 83 patients using intravenous levofloxacin therapy. 75 patients (90.4%) of them can do the conversion therapy whereas 8 patients (9.6%) can not do the oral conversion. The average cost of the use of intravenous levofloxacin and brand X iv (non conversion cost) is Rp.356.621, - ± 168.127,66 and Rp.1.456.239,- ± 653.889,03 respectively. The average cost of conversion levofloxacin and brand X (conversion cost) is Rp.84.406,- ± 30.800,16 and Rp.655.345,- ± 306.646,22 respectively. Total cost difference in treatment of 75 patients that do therapy conversion is Rp.23.639.929,-. Average cost savings per patient Rp.272.215 ± 163.940,04 for generic levofloxacin and Rp.809.521 ± 609.304,69 for brand X. Average percentage savings the use of levofloxacin and brand X per patient for 18.48% ±11,59 and 28.35% ± 21.75 respectively.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save