Home
Login.
Artikelilmiahs
9371
Update
ANNISAURROHMAH
NIM
Judul Artikel
VARIASI MORFOLOGI KULTIVAR SALAK PONDOH (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) merupakan tanaman asli Indonesia dengan habitat asli hujan tropis. Kemiripan ciri antar kultivar salak menyebabkan kesulitan untuk membedakan antar kultivar satu dengan yang lain yang diminatinya. Perbedaan dan persamaan kemunculan morfologi suatu tanaman dapat digunakan untuk mengetahui jauh dekatnya hubungan kemiripan. Hubungan kemiripan pada tanaman salak dapat diketahui dengan karakterisasi variasi morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui variasi morfologi kultivar salak pondoh di Kabupaten Banjarnegara (2) mengetahui hubungan kemiripan kultivar salak pondoh di Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan adalah metode survai eksploratif dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih (Purposive Random Sampling). Karakter morfologi yang diamati sebanyak 50 karakter yaitu berupa batang, daun, bunga, buah, biji, dan duri. Sampel diambil di 5 kecamatan yaitu Madukara, Banjarmangu, Sigaluh, Pagentan dan Banjarnegara di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Data karakter dan sifat morfologi dari tanaman salak dianalisis secara deskriptif dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Mean Arithmetic) menggunakan software MEGA 5.0. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tujuh kultivar salak pondoh yaitu S. zalacca ‘Pondoh Nglumut’, ‘Linting’, ‘Ketek’, ‘Manggala’, ‘Madu’, ‘Pondoh Super’, dan ‘Pondoh non duri’. Salak pondoh yang bervariasi pada setiap kultivarnya yaitu S. zalacca ‘Pondoh Nglumut’ memiliki warna biji yang bervariasi antara buah yang satu dengan yang lain. Sedangkan pada S. zalacca ‘Pondoh Ketek’ memiliki jumlah biji dalam satu butir buah yang bervariasi. Salak pondoh yang memiliki hubungan kemiripan yang paling dekat yaitu S. zalacca ‘Pondoh Nglumut’ dan ‘Super’. Salak pondoh yang memiliki hubungan kemiripan yang paling dekat yaitu S. zalacca ‘Pondoh Nglumut’ dan ‘Super’. Sedangakan kultivar yang memiliki hubungan kemiripan paling jauh yaitu S. zalacca ‘Manggala’ dan ‘Ketek’.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Snake fruit (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) is originated from Indonesia. Similarities amonged the cultivars has caused difficulties to distinguish the cultivars. Different morphological appearance of the plant can be used to find the similarity relationship. Similarity relationship in plants can be identified by morphological variation characterization. The aim of this study were to (1) determine the variation in morphology cultivars pondoh in Banjarnegara (2) determine the similarity between cultivars pondoh in Banjarnegara. The method used was exploratory survey with purposive random sampling. Morphological characteristics observed included 50 characters in the form of stems, leaves, flowers, fruits, seeds, and spines. Samples were taken at 5 districts namely Madukara, Banjarmangu, Sigaluh, Pagentan and Banjarnegara. Morphological characters of the salacca plants were analyzed descriptively used the UPGMA (Unweighted Pair Group Arithmetic Mean) with MEGA 5.0 software.The result of this research showed that there were seven cultivars of Salacca zalacca in examples ‘Pondoh Nglumut’, ‘Linting’, ‘Ketek’, ‘Manggala’, ‘Madu’, ‘Super’, and ‘Pondoh non duri’. Variations on S. zalacca 'Pondoh Nglumut' which has a seed colour varies between pieces with each other. Whereas in S. zalacca 'Pondoh Ketek' has the number of seeds in the fruit varied. Closest cultivars were cultivars S. zalacca ‘Pondoh Nglumut’ and ‘Super’. The most distinct cultivars were S. zalacca ‘Manggala’ and ‘Ketek’.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save