Home
Login.
Artikelilmiahs
9352
Update
UNGGUL PRADIPTO
NIM
Judul Artikel
EFEK PERUBAHAN BATHIMETRI TERHADAP SEBARAN SALINITAS DI LAGUNA SEGARA ANAKAN (KABUPATEN CILACAP)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Segara Anakan adalah sebuah laguna yang terletak di Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah. Dari perspektif Lingkungan Hidup, Laguna tersebut merupakan suatu ekosistem unik yang terdiri dari badan air (laguna) bersifat payau, hutan mangrove dan lahan rendah yang dipengaruhi pasang surut,yang berfungsi sebagai tempat hidup beraneka ragam hayati (biota).Kehidupan biota laut ini sangat tergantung pada kualitas air laut yang salah satu penentunya adalah salinitas air laut. Salinitas dibawa oleh arus masuk dan keluar laguna oleh peristiwa pasang surut.Pada kenyataannya Laguna Segara Anakan pada saat ini mengalami kerusakan ,pendangkalan dan pengurangan volume akibat sedimentasi, dengan kondisi ini pasti keadaan bathimetri juga akan berubah dan mempengaruhi arus yang masuk dan akan mempengaruhi nilai salinitasnya.Maka perlu adanya analisis mengenai efek perubahan bathimetri Laguna Segara Anakan terhadap sebaran salinitasnya. Salinitas sangat terpengaruh oleh peristiwa pasang surut ,oleh sebab itu pengukuran salinitas disertai juga dengan pengukuran pasang surut .Pengukuran ini dilakukan selama 15 hari di dermaga Klaces dan dermaga Majingklak. Pengukuran pasang surut menggunakan alat papan berskala dan salinitas menggunakan refraktometer. Analisis Salinitas diasumsikan sama dengan analisis pasang surut karena salinitas dibawa oleh arus yang disebabkan peristiwa pasang surut menggunakan perhitungan passang surut metode Least Square. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan data peneliti terdahulu yaitu data 2006. Bathimetri Laguna Segara Anakan terbaru tahun 2013 dibandingkan dengan bathimetri terdahulu tahun 2006 mengalami perubahan dengan munculnya pulau baru , sedangkan volume sedimen selama kurun waktu tujuh tahu sebesar 6.961.707,20 m3(Adi Gunawan ,2013).Dengan adanya perubahan bathimetri tersebut dari hasil analisis salinitas juga ikut berubah rata-rata salinitas tahun 2006 sebesar 14,383 ‰ dan tahun 2013 sebesar 12,316 ‰,sedangkan standar deviasi nya tahun 2006 sebesar 9,9709 dan tahun 2013 sebesar 8,366. Dari hasil analisis nilai keragaman salinitas menurun menunjukan perubahan bathimetri sangat berpengaruh pada sebaran salinitas.Penelitian ini menyimpulkan perlu adanya normalisasi laguna Segara Anakan untuk mengembalikan ekosistem biota agar lebih baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Segara Anakan is a lagoon which is located in Cilacap, Central Java. By environmental prespective, lagoon is an unique ecosystem that consist of brackish water, mangrove forest, and low land, which is influenced by tide and subside, that has function as place to live many kinds of creatures. Their life very depend on quality of sea water, which is determined by salinity of sea water. Salinity is carried by inflow and outflow of lagoon, while tide and subside phenomenon. In fact, now days, Lagoon of Segara Anakan suffers damage, silting up, and deacreases in volume as a result of sedimentation, because of its condition, exactly bathymetric condition also changes and influences inflow and influences salinity value. So, it is important to analyze the effect of changes in bathimetri of Lagoon of Segara Anakan toward the spread of salinity. Salinity is very influenced by tide and subside phenomenon, because of it, beside salinity measuring also followed by tide and subside measuring. These measuring have done for 15 days in Klaces and Majingklak pier. Tide and subside measuring used scale board tool and refractor for salinity. Salinity analysis was assumed same as tide and subside analysis because salinity is carried by flow which is caused by tide and subside phenomenon, used tide and subside mesuring with Least Square methode. The result of analysis, then compared to the last resercher data in 2006. The newest bathymetric of Lagoon of Segara Anakan in 2013 compared to the last bathymetric in 2006 suffers change with new island appears, whereas sediment volume for 7 years is 6,961,707.20 m3(Adi Gunawan ,2013). Because of the change, the result of salinity analysis also change the average salinity in 2006 is 14,383 ‰ and in 2013 is 12,316 ‰meanwhile the standard of devisiation in 2006 is 9,9709 and in 2013 is 8,366. From the analysis result of salinity variety value which is decrease show the bathimetri change very influences in salinity spread. This reaserch conclude that need a normalisation in Lagoon of Segara Anakan to return the better biota ecosystem.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save