Home
Login.
Artikelilmiahs
9089
Update
EKA TRI SUWARNI
NIM
Judul Artikel
KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR BERBAGAI BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan protein dan serat kasar berbagai bangsa sapi lokal yang diberi pakan jerami padi amoniasi dan konsentrat. Penelitian menggunakan metode eksperimental secara in-vivo yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL). Perlakuan yang diuji adalah empat bangsa sapilokal yang terdiri dari: sapi Crossing (P1), sapi Madura (P2), sapi Bali (P3) sapi Peranakan Ongole (P3) dengan bobot badan antara 230-280 kg (α=2,5) dan tiap perlakuan diulang empat kali. Tiap sapi diberi pakan jerami padi amoniasi (JPA) dan konsentrat dengan jumlah bahan kering (BK) 3,3% dari bobot hidup dengan perbandingan BK 40% : 60%. Konsentrat terdiri dari: pollard, jagung, bungkil kelapa, onggok, mineral mix, dan garam. Pemberian pakan dilakukan dengan metode component feedingdengan frekuensi pemberian JPA 4 kali dan pemberian Konsentrat 2 kali perhari. Peubah yang diukur adalah kecernaan protein dan serat kasar menggunakan metode koleksi total.Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diuji terhadap peubah respon, dilakukan sidik ragam dan dilakukan dengan uji beda nyata jujur (BNJ).Hasil penelitian menunjukan kecernaan protein dipengaruhi oleh perbedaan bangsa (P<0.01) akan tetapi, kecernaan serat kasar tidak dipengaruhi oleh perbedaan bangsa (P>0.05). Uji BNJ menunjukan kecernaan protein kasar tertinggi dicapai oleh sapi Crossing yaitu sebesar 91,85%, diikuti oleh sapi Madura, sapi Bali dan sapi Perananakan Ongole berturut – turut adalah 84,26%, 71,17%, 68,81%, akan tetapi diantara sapi Bali dan Sapi Peranakan Ongole tidak berbeda nyata (P>0,05).Kesimpulanya adalah kecernaan protein sangat bergantung pada bangsa sapi, sedangkan kecernaan serat kasar tidak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the digestibility of crude protein and crude fiber on variousof local breed which fed ammoniatedrice straw and concentrates.The research conducted by experimental methods in in-vivo technique using a completely randomized design. The treatment tested were 4 kind of local breed: Crossbred cattle, Madura, Bali cattle and Ongole gradewith initial weight were 230-280 kg(α=2,5), with performed 4 replications. Each cattle received dry matter of 3.3% from body weight with a ratio of ammoniated rice straw and concentrate of 40%:60%. Concentrate consists of: pollard, maize, coconut cake, cassava, mineral mix, and salt. Feeding method used this research was component fedding with four times frequency for ammoniated rice straw and two times frequency for concentrates. The variables measured were protein and crude fiber digestibility using the total collection method. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with HSD test.The results showed that the crude protein digestibility was influenced by differences of breed (P <0.01), however crude fiber digestibility was not influenced by differences of breed (P> 0:05). HSD test showed the highest crude fiber digestibility achieved by Crossbred cattle of 91.85%, followed by Madura cattle, Bali cattle and Ongole grade respectively were 84.26%, 71.17%, 68.81%, but between Bali cattle and Ongole grade has not significantly different (P> 0.05). It can be concluded that digestibility were of crude protein depend of breeds cattle, while digestibility of crude fiber was not affected by breeds of cattle.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save