Home
Login.
Artikelilmiahs
9084
Update
IRMAJATI RAHMADINA
NIM
Judul Artikel
KAJIAN KADAR AIR DAN KADAR GARAM TELUR ASIN DENGAN METODE PEMASAKAN YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air dan kadar garam telur asin dengan metode pemasakan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 12 Juli 2014 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 90 butir telur itik, 1602 g garam, 6498 g serbuk batu bata dan air secukupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1= pemasakan dengan perebusan selama 60 menit suhu 100 C, P2= pemasakan dengan perebusan selama 60 menit suhu 100 C, P3= pemasakan dengan pengovenan selama 60 menit suhu 100 C. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemasakan perebusan, pengukusan dan pengovenan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dan kadar garam telur asin. Hasil uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk kadar air menunjukkan pemasakan dengan cara perebusan (P1) berbeda sangat nyata dengan cara pengovenan (P3) dengan rataan masing-masing 70,17±1,54 persen dan 65,42±2,87. Kadar garam telur asin setiap perlakuan meunjukkan kadar garam yang berbeda antara perebusan sebesar 0,87±0,05 persen, pengukusan 1,24±0,20 persen dan pengovenan 1,62±0,23 persen. Kesimpulan, metode pemasakan dengan cara pengukusan dan pengovenan mempunyai kadar air yang tidak berbeda, akan tetapi pemasakan dengan pengovenan mempunyai kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pemasakan perebusan dan pengukusan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aimed to determine the water content and salt content of salted eggs with different cooking methods. The study was carried out from July 2nd until 12th 2014 at the Laboratory of Animal Products Technology, Animal Science Faculty of Jenderal Soedirman University Purwokerto. The materials used in this study were 90 duck eggs, 1602 g, 6498 g brick powder and water. The method used in this study was completely randomized design (RAL) with 3 treatments and 6 replications. The treatments given were P1 = cooking by boiling for 60 minutes temperature 100 C, P2 = cooking by steaming for 60 minutes temparature 100 C, P3 = cooking by roasting for 60 minutes temperature 100 C. The data were analyzed by analysis of variance followed by Honesty Significant Difference (HSD). The results showed that different cooking methods were highly significantly (P< 0.01) diferent on water content and salt content of salted duck eggs. The results of Honesty Significant Difference test (HSD) for water content showed that cooking by boiling (P1) was significantly different relative to cooking by roasting (P3) with the averages of 70.17 ± 1.54 and 65.42 ± 2.87 percent respectively. The salinity among the treatments of boiled, steamed and roasted salted egg showed differentces with the average values of 0.87± 0.05 percent, 1,24±0,20 percent and 1.62±0.23 percent, respectively. The conclusion is, cooking by steaming and cooking by roasting have the similar water content and cooking by roasting had higher salinity compared to cooking by boiling and steaming.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save