Home
Login.
Artikelilmiahs
8975
Update
FITRIANI ZAHROH LATUN NIKMAH
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS PADA PETANI DI DESA SELANDAKA KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Leptospirosis masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan merupakan re-emerging disease yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menyebutkan bahwa terdapat 14 kasus Leptospirosis dari tahun 2010 hingga April 2013. Jumlah kasus terbanyak (lima kasus) berasal dari Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh. Desa Selandaka adalah desa yang sebagian besar(45,74%) pekerjaan penduduknya sebagai petani. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa petani merupakan kelompok yang berisiko untuk terinfeksi Leptospirosis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencegahan Leptospirosis pada petani di Desa Selandaka. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional (belah lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang tercatat dalam anggota kelompok tani Umbut, Ngingas dan Nusabaya yang berasal dari Desa Selandaka pada tahun 2013 berjumlah 251 orang.Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang tercatat dalam anggota kelompok tani tahun 2013 yang terpilih sejumlah 70 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap pencegahan Leptospirosis pada petani di Desa Selandaka (p = 0,001; POR = 8,414; 95% CI = 2,337-30,293). Faktor yang terbukti tidak berpengaruh terhadap pencegahan Leptospirosis pada petani adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, sikap, sarana dan prasarana, lingkungan rumah dan keterpaparan informasi. Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan petani tentang Leptospirosis terutama mengenai cara penularan, perilaku berisiko dan pencegahan Leptospirosis menggunakan alat pelindung diri dengan mengakses sumber informasi mengenai Leptospirosis melalui kegiatan penyuluhan kesehatan maupun kegiatan perkumpulan masyarakat, termasuk perkumpulan RT maupun RW.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Leptospirosis was being a health problem in Indonesia and include inre-emerging disease which has outbreak potention. Data on Banyumas Health District shows that there were 14 cases of Leptospirosis during 2010 to April 2013. The highest number of Leptospirosis cases (five cases) come from Selandaka village, Subdistrict Sumpiuh. Selandaka village wasa village with the majority (45.74%) of the population work as farmers. Several previous studies have shown that farmers are group who have risk for Leptospirosis infection. This research purposes was to determine the factors that influence prevention of Leptospirosis on farmers in Selandakavillage. This research was analytic observational with cross sectional design. The population in this study were all registered farmers in farmer group members Umbut, Ngingas and Nusabaya from Selandaka village in 2013 amounted to 251 people. The samples in this study were registered farmers on farmer group members in 2013 who elected amounted to 70 people. Sampling was elected by simple random sampling technique. The results showed that the level of knowledge affect prevention of Leptospirosis on farmers in Selandaka village (p = 0.001; POR = 8.414, 95%CI = 2.337-30.293). Factors which proven not to be affect of prevention of Leptospirosis on farmerswere sex, level of education, attitude, tool and infrastructure, house environment and acceptance of information. Suggestions in this researchareupgrading farmers knowledge about Leptospirosis especially modes of transmission, risk behaviors and prevention of Leptospirosis use personal protective equipmentbyaccess to sources of information about Leptospirosis through health education activities and community activities, including community meeting.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save