Home
Login.
Artikelilmiahs
8839
Update
YUNI PURWATI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien TB Paru dengan Kepatuhan Minum Obat di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kembaran
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data WHO tahun 2008, Indonesia menyumbang sebanyak 10% penderita TB diseluruh dunia. Tingginya prevalensi penderita TB menunjukan bahwa angka keberhasilan penangananan TB di Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya prevalensi TB di Indonesia adalah ketidakpatuhan pasien dalam minum obat anti TB. Ketidakpatuhan pasien disinyalir berkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien. Tujuan. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembaran. Metode. Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive melibatkan 52 pasien TB paru berusia 18-59 tahun yang memeriksakan diri di puskesmas 1 dan 2 Kembaran. Variabel penelitian diukur menggunakan kuesioner dan analisis bivariabel menggunakan uji chi square (x2). Hasil. Terdapat perbedaan yang signifikan mengenai tingkat pengetahuan pasien TB paru yang patuh dengan tidak patuh minum obat di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembaran. Kesimpulan. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembaran
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is directly caused by Mycobacterium tuberculosis. In 2008, WHO data showed, Indonesia accounted for as much as 10% of TB patients worldwide. The high prevalence of TB shows that the success rate of TB patient-handling in Indonesia was still lack. One of the factors that led to the high prevalence of TB in Indonesia was noncompliance in patients taking anti-TB drugs. Medication adherence of TB patient was suspected having the association with the patient’s level of knowledge. Objective. To determine the association of pulmonary TB patient's knowledge with medication adherence in health center working area Kembaran Methods. Observational analytic and cross sectional approach. Sampling was carried out involving 52 consecutive patients with pulmonary tuberculosis aged 18-59 years who were taking treatment in Kembaran health centers 1 and 2. The variables were measured used the questionnaires and bivariate analysis used chi square test (x2). Result. There was a significant differences in the level of knowledge in compliance patients with non-compliance in Kembaran district health centers. Conclusion. There was an association of pulmonary tuberculosis patients knowledge with medication compliance in Kembaran district health centers
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save