Home
Login.
Artikelilmiahs
8837
Update
SARASTIKA WINA PERTIWI
NIM
Judul Artikel
THE CHARACTERIZATION OF THE MAIN CHARACTER IN THE NOVEL THE STORY OF BEAUTIFUL GIRL BY RACHEL SIMON
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Pertiwi, SarastikaWina. 2014.Karakterisasi Tokoh Utama dalam Novel The Story of Beautiful Girl oleh Rachel Simon. Skripsi ini dibimbing oleh Rizki Februansyah, S.S, M.A sebagai pembimbing pertama, Mia Fitria Agustina, S.S, M.A, sebagai pembimbing kedua, dan Eni Nur Aeni, S.S, M.A sebagai penguji eksternal. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, tahun akademik 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengarang menciptakan tokoh utama dalam novel The Story of Beautiful Girl .Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel The Story of Beautiful Girloleh Rachel Simon dan data pendukungnya adalah psikologi sastra, teori tiga dimensi, dan informasi tentang pengarang. Setelah melakukan analisa, hasilnya disampaikan dalam tiga aspek yaitu fisiologi, sosiologi, dan psikologi sebagai bagian dari teori tiga dimensi.Yang pertama tentang fisiologi. Sang pengarang mendapatkan inspirasi untuk menciptakan tokoh utama Lynnie dari saudara perempuannya, Beth. Dia adalah seorang wanita yang mengalami keterbelakangan mental tetapi dengan rupa yang berbeda. Mengenai Homan, sang pengarang mendapatkan inspirasi dari pacar saudara perempuannya, Jesse, yang merupakan keturunan Afrika Amerika. Oleh sebab itu, beberapa sifat Homan mirip seperti sifat pacar Beth.Jesse dan Homan merupakan keturunan Afrika Amerika dan dari Selatan. Perbedaan antara Jesse dan Homan yaitu Jesse memiliki keterbelakangan intelektual dan satu matanya buta sementara Homan tuli. Yang kedua adalah tentang sosiologi. Setting novel ini yaitu pada tahun 1968 saat sebagian besar orang Amerika yang mendengar kata “institusi” segera berpikir tentang rumah sakit jiwa untuk orang-orang yang mengalami masalah gangguan mental. Hal ini membuat pengarang akhirnya memilih seting cerita pada tahun tersebut dan menggunakan sekolah negeri Pennsylvania sebagai tempat Lynnie dan Homan bertemu. Yang terakhir adalah psikologi yang merupakan hasil dari fisiologi dan sosiologi. Dalam psikologi, Lynnie adalah orang yang mudah bergaul dan baik hati. Lynnie juga merupakan orang yang tangguh saat dia sedang menghadapi berbagai masalah dan bersikap optimis untuk sembuh dan ingin menjalani kehidupan yang normal. Dia terlihat kuat dalam keahlian social dan mencoba untuk berkomunikasi dengan cara yang tidak biasa. Bagaimanapun, dia juga memiliki kekuatan dan semangat yang luar biasa yang diatunjukkan kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang tidak pantas. Sedangkan Homan adalah seseorang yang memiliki optimism dalam hidupnya. Didiskusikan juga cara ras, kecacatan, keadaan tuna aksara, dan pelembagaan mengambil bagian dalam hal bagaimana dia berinteraksi dengan dunia dan bagaimana dunia berekasi padanya. Selain itu, pengarang ingin menunjukkan kepada pembaca bagaimana masyarakat berurusan dengan mereka yang cacat mental dan hal ini meberikan kita pemikiran yang mendalam untuk mereka yang diperlakukan sebagai “cacat mental” sebagai bagian dari ketidakpedulian masyarakat. Katakunci: psikologi sastra, teori tiga dimensi, Rachel Simon.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Pertiwi, SarastikaWina. 2014. The Characterization of the Main Character in the Novel The Story of Beautiful Girl by Rachel Simon. This thesis is supervised by Rizki Februansyah, S.S, M.A as the first supervisor, Mia Fitria Agustina, S.S, M.A, as the second supervisor, and Eni Nur Aeni, S.S, M.A as the external examiner. English Language and Literature Study Program,Department of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Academic year 2014/2015. The aim of this research is to describe how the author creates the main character in the novel The Story of Beautiful Girl. The method used in this research is qualitative method. The object of this research is the novel The Story of Beautiful Girl by Rachel Simon and the supporting data are psychology of literature, theory of three dimensions, and the information about the author. After conducting the analysis, the result is divided into the aspect of physiology, sociology, and psychology as those are parts of theory of three dimensions. First is about physiology. The author got inspiration to create the main character Lynnie from her sister, Beth. She is a woman who has mentally retarded but with different appearance. About Homan, the author got inspiration from her sister's boyfriend, Jesse, who is African American. Thus, some of Homan’s characteristics are like Beth’s boyfriend’s. Both, Jesse and Homan are African American and from the South. The difference between Jesse and Homan is that Jesse has an intellectual disability and is blind in one eye while Homan is deaf. Second is about sociology. This novel’s setting is in 1968 when most Americans who heard the word "institution" immediately think of psychiatric hospitals for people with mental health issues. It makes the author finally set the story in the novel of that year and uses Pennsylvania state school as the place where Lynnie and Homan meet. The last is psychology which is the result of the physiology and sociology. In Psychology, Lynnie is an easygoing and kind person. Lynnie is also a tough person when she is facing her problems and optimistic to be recovered and wants to live a normal life.She looks strong in social skill and tries to communicate in unconventional way. Moreover, she also has amazing power and compassion that she shows to others, even to those who do not deserve it.While Homan is a person who has optimism in his life.It discusses the ways that race, impairment, illiteracy, and institutionalization play a part in how he interacts with the world and how the world reacts to him.Moreover, author wants to point out to the readers how society deals with those who are mentally retarded and it gives us the deepest thought for those who are treated as “mentally retarded” as the matter of society apathy. Keywords: psychology of literature, theory of three dimensions, Rachel Simon.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save