Home
Login.
Artikelilmiahs
8831
Update
LUTHFIYAH
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK PENGERINGAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) MENGGUNAKAN PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) TIPE RAK BERPUTAR BERENERGI HYBRID (SURYA DAN LPG)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jamur merupakan produk pertanian yang mudah rusak selama penyimpanan dan distribusi. Kondisi tersebut memerlukan perlakuan khusus untuk mempertahankan kualitas jamur agar mempunyai masa simpan lebih lama. Salah satu upaya mempertahankan kualitas adalah pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai karakteristik pengeringan jamur tiram putih menggunakan pengering efek rumah kaca tipe rak berputar dengan memanfaatkan energi surya dan panas dari radiator dengan perputaran rak 360+90o setiap 15 menit untuk percobaan 1 (P1) dan 30 menit untuk percobaan 2 (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur tiram putih memiliki kadar air awal 91,88 %bb atau 1132,33 %bk (P1) dan 91,82 %bb atau 1126,04 %bk (P2). Kadar air akhir 8,61 %bk (P1) dan 3,54 %bk (P2). Rata-rata suhu ruang pengering, lingkungan, dan outlet pada P1 adalah 39,3oC; 37,3oC; dan 36,6oC. Pada P2 adalah 40,24oC; 39,17oC; dan 39,11oC. Susut bobot bahan 90,779% (P1) dan 91,117% (P2). Rata-rata laju pengeringan 230,45 %bk/jam (P1) dan 232,08 %bk/jam (P2). Kadar air kesetimbangan (Me) 3,06 %bk (P1) dan 2,40 %bk (P2). Konstanta pengeringan 0,023 (P1) dan 0,035 (P2). Rasio rehidrasi setelah dikeringkan adalah 731,41% (P1) dan 679,18% (P2).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mushroom is a perishable agricultural products during storage and distribution. Thi condition needs a spesifically treatment to maintain the shelflife quality of mushroom in a long time. One of the efforts to maintain the quality is drying. The purpose of this research are to determine the drying characteristics of the white oyster mushroom using greenhouse effect dryer at the rotating rack type by utilizing solar energy and heat from the radiator with a turnover rack 360+90oC every 15 minutes for experiment 1 (P1) and 30 minutes for experiment 2 (P2). The result of this research are indicate that white oyster mushroom has initial moisture content are 91,88 %wb or 1132,33 %db (P1) and 91,82 %wb or 1126,04 %db (P2). Final moisture content 8,61 %db (P1) and 3,54 %db (P2). Average room dryer temperature, environment, and outlet of P1 are 39,3oC; 37,3oC; dan 36,6oC. On P2 are 40,24oC; 39,17oC; and 39,11oC. Decrease weight of material are 90,779% (P1) and 91,117% (P2). Average drying rate are 230,45 %db/hour (P1) and 232,08 %db/hour (P2). Equilibrium moisture content (Me) are 3,06 %db (P1) and 2,40 %db (P2). Constant drying are 0,023 (P1) and 0,035 (P2). Ratio of rehydration after dried are 731,41% (P1) and 679,18% (P2).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save