Home
Login.
Artikelilmiahs
8779
Update
ANGKAT PRASETYA A. N
NIM
Judul Artikel
FAKTOR – FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pneumonia masih merupakan penyebab kesakitan dan kematian utama pada balita. Salah satu usaha pemerintah dalam menekan angka kejadian pneumonia diantaranya melalui upaya pencegahan dan penanggulangan faktor risiko yang meliputi faktor instrisik dan ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor-faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control study. Populasi terjangkau adalah Balita yang berobat di Puskesmas Purwokerto Selatan antara Mei 2013 sampai Mei 2014. Jumlah sampel sebanyak 100 orang yang terdiri dari 50 sampel kasus dan 50 sampel kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistic. Kejadian pneumonia pada balita lebih tinggi pada balita yang tinggal di dalam rumah dengan jenis lantai yang tidak memenuhi syarat. Kejadian pneumonia pada balita lebih tinggi pada balita yang tinggal di dalam rumah dengan kondisi dinding yang tidak memenuhi syarat, rumah dengan luas ventilasi yang tidak memenuhi syarat, rumah dengan tingkat kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat, dan rumah dengan pemakaian jenis bahan bakar memasak yang tidak memenuhi syarat. Jenis lantai, kondisi dinding, luas ventilasi, tingkat kepadatan hunian dan pemakaian jenis bahan bakar berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita (p <0,05). Jenis lantai rumah merupakan variabel yang paling besar hubungannya dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pneumonia still remains a major cause of morbidity and mortality in children. One of the government programs reducing the pneumonia case is through prevention and control of risk factors, including intrinsic and extrinsic factors. The aim of this study was to investigate the relation between house physical condition factors and incidence of pneumonia in children at regional public health centre (Puskesmas) in South Purwokerto Banyumas. This study is an observational analytic study with case-control study approach. The subjects are children who seeking treatment at Puskesmas in South Purwokerto between May 2013 to May 2014. The total sample were 100 subjects consist of 50 cases and 50 control samples. Chi-square test and logistic regression was conducted to determine the relationship between house physical condition factors and incidence of pneumonia. The result shows that incidence of pneumonia was higher in children who live in the home with unpaved flooring, lack of wall condition, bad ventilation, high population density, and unappropriate type of fuel using for daily cooking. There is a significant association of house physical condition including type of floor, wall conditions, ventilation, population density and type of fuel consumption with the incidence of pneumonia in children (p<0.05). The main factor that determine the relationship with the incidence of pneumonia in children at Puskesmas in South Purwokerto Banyumas is the type of floor.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save