Home
Login.
Artikelilmiahs
8741
Update
CISKA ARTIKA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIDAN DESA DALAM MELAKUKAN RUJUKAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kematian ibu di Kabupaten Banyumas dari tahun 2012 sampai dengan 2013 mengalami peningkatan dari 112/100.000 kelahiran hidup menjadi 126/100.000 kelahiran hidup. Jumlah ibu hamil berisiko tinggi di Kabupaten Banyumas pada tahun 2013 sebanyak 8.324 ibu hamil, tapi hanya 5.541 kasus yang dirujuk ke pelayanan kesehatan. Merujuk ibu hamil berisiko tinggi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan AKI, yang merupakan tugas dari bidan desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja bidan desa dalam melakukan rujukan ibu hamil risiko tinggi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Populasi penelitian adalah 399 bidan desa dengan jumlah sampel 106 bidan desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Banyumas dan dipilih secara cluster random sampling berdasarkan Kecamatan. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kinerja bidan desa dan keterampilan dengan kinerja bidan desa. Sedangkan yang tidak berhubungan dengan kinerja bidan desa adalah lama kerja, status kepegawaian, insentif/imbalan, sikap dan motivasi. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa adalah pengetahuan dan keterampilan, sedangkan faktor lainnya (lama kerja, status kepegawaian, insentif/imbalan, sikap, dan motivasi) tidak berhubungan dengan kinerja bidan desa. Pengetahuan dan keterampilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja bidan desa. Dengan demikian diharapkan peningkatan kemampuan bidan desa melalui pelatihan dan kursus.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mortality in district banyumas of 2012 until 2013 has increased from 112 / 100.000 of live births be 126/100.000 of live births. The number of pregnant women at high risk in the Regency of Banyumas in 2013 as 8.324 pregnant women, but only 5,541 cases were referred to the health service. Refer pregnant women high-risk is aimed to lower mmr, that is the task of midwife village. The purpose of this research is to analyze the factors that affect the performance of the village midwife do references in pregnant women at high risk in the Regency of Banyumas. This research using design crossectional approach quantitative. Collecting data done with poll. The population of research is 399 a midwife village with the number of samples 106 a midwife village spread in 23 sub-district in the regency of banyumas and singled out based on cluster random sampling sub-districts. Analysis of data done by test regression logistics. The results showed that there was a significant relationship between knowledge with the performance of a midwife village and skill with the performance of a midwife village. While unrelated to performance midwife viilage is old workings, status of employment, incentives/reward, attitude and motivations. Conclusion of this research is the factor related to the performance of the village midwife is the knowledge and skills, while other factors (old workings, status of employment, incentives/rewards, attitudes, and motivations) not related to the performance of the village midwife. Knowledge and skills are the factors that most affect the performance of the village midwife. Thus can be advisable to Dept. of health and community health centers is optimize the role of cross program and cross sector and increase trainings.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save