Home
Login.
Artikelilmiahs
8723
Update
RINI RAHMALIA
NIM
Judul Artikel
PENGGUNAAN CENTERING DATE METHOD PADA PENAKSIRAN PRODUKSI SUSU DENGAN CATATAN DUA MINGGUAN SEBAGAI DASAR EVALUASI MUTU GENETIK SAPI PERAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan penggunaan CDM pada penaksiran produksi susu sapi perah dan keeratan peringkat nilai pemuliaan menggunakan catatan dua mingguan dibanding dengan catatan harian. Materi penelitian berupa 111 catatan produksi susu laktasi pertama dan ke dua pada tahun 2006 sampai bulan Agustus 2013. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi susu sapi perah pada laktasi pertama dan ke dua berturut-turut adalah 4206,99±1171,92 kg dan 3939,75±1383,24 kg dan taksiran CDM pada laktasi pertama dan ke dua berturut-turut adalah 4527,16±1297,35 dan 4108,07±1406,52. Penaksiran produksi susu sapi perah menggunakan CDM mendekati produksi susu nyata. Koefisien korelasi nilai pemuliaan (NP) yang ditaksir menggunakan data produksi harian dan produksi taksiran CDM yaitu sebesar 0,961 pada laktasi pertama dan 0,953 pada laktasi ke dua yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat (P<0,01) antara peringkat nilai pemuliaan yang ditaksir menggunakan produksi susu harian dengan taksiran CDM. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) taksiran produksi susu menggunakan CDM pada laktasi pertama dan ke dua menunjukkan penyimpangan positif (over estimate) yang masih dalam batas toleransi, (2) terdapat kesamaan peringkat nilai pemuliaan (NP) berdasarkan catatan produksi susu harian dengan produksi susu taksiran CDM, (3) Centering date method (CDM) dapat digunakan sebagai dasar evaluasi mutu genetik sapi perah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was done in the Livestock and Forage Breeding Centre of Baturraden (BBPTU-HPT) Baturraden. The purposes of this research were: (1) to know the accuracy of CDM on estimating milk yield per lactation of dairy cows and (2) to assess the relationship between ranking of individual breeding values estimated based on the estimated bi-weekly records of CDM and actual daily milk yield. The study was a survey based method by taking qualitative and quantitative data from the location. The materials included 111 milk yield records of the first and second lactation of Holstein Frissien dairy cows recorded from 2006 until August 2013. The research showed that the average of milk yield production on the first and second lactation were 4206,99±1171,92 kg and 3939,75±1383,24 kg and the CDM estimate on the first and second lactation were 4527,16±1297,35 and 4108,07±1406,52. The correlation coefficient of the individual breeding value (NP) estimated from the actual milk yield and from CDM were 0,961 and 0,953 for the first and second lactation, rspectively. The relationship of these ranking was close (P<0,01). The conclusions of this research were (1) the estimated milk yield by using CDM on first and second lactation showed positive deviation which was still within the limits of tolerance, (2) the estimated genetic rank based on daily milk yield and estiamted CDM milk yield showed the same ranking, (3) Bi-weekly CDM can be used as an alternative recording method in dairy cattle genetic evaluation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save