Home
Login.
Artikelilmiahs
8714
Update
MOHAMAD ANDI WINOTO
NIM
Judul Artikel
Kajian Dampak Lingkungan Global dari Proses Produksi Tahu Menggunakan Metode Life Cycle Assessment
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Life Cycle Assessment (LCA) digunakan untuk menganalisa dampak produksi tahu Kalisari terhadap lingkungan global. Penelitian menggunakan metode LCA yang mencakup penentuan tujuan dan batasan sistem, analisis inventori, penakaran dampak dan analisis perbaikan. Penelitian dibatasi dari proses perendaman kedelai sampai dengan limbah yang dihasilkan. Input energi yang dihitung meliputi energi manusia, listrik dan bahan bakar. Sedangkan emisi dan limbah yang diukur adalah limbah cair dan emisi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konsumsi energi produksi tahu sebesar 29.370 MJ. Penggunaan energi pada masing-masing proses adalah 0.253 MJ perendaman, 0.8042 MJ penggilingan, 19.4597 MJ perebusan, 0.0338 MJ penyaringan, 0.0163 MJ pengendapan, 0.0387 MJ pencetakan, 0.0169 MJ pembungkusan, 0.0169 MJ pengepresan dan 8.7296 MJ penguningan. Emisi yang dihasilkan sebesar 9.008381 CO2 eq/tahun. Produksi tahu berdampak terhadap eutrofikasi dan GWP (Global Warming Potential) dalam jumlah kecil, sedangkan dampak terhadap kesehatan manusia yaitu timbul PAN (Peroxy Acetile Nitrates) yang menyebabkan mata pedih dan berair, kebisingan, serta timbul bau busuk limbah tahu. Perebusan merupakan proses yang paling banyak mengkonsumsi energi hal tersebut dikarenakan konsumsi kayu bakar yang sangat banyak serta penggunaan blower untuk membantu menjaga stabilitas pembakaran tungku. Proses perebusan dapat dioptimalkan dengan mendesain ulang tungku perebusan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Life Cycle Assessment (LCA) was used to analyze the impacts of Kalisari tofu production toward global environment. The research was carried out using LCA method, which include determining goals and scoping, life cycle inventory analysis, impacts assessment and interpretation. Research scope include soaking process to production waste. Energy input quantified were human energy, electrical energy and fuel energy. Meanwhile, emissions and waste measured include liquid waste and air emission. The result showed that tofu production consumed 29.370 MJ total energy. Energy usage for soaking, grinding, boiling, sifting, sedimentation, molding, packing, pressing and yellowing were 0.253 MJ, 0.8042 MJ, 19.4597 MJ, 0.0338 MJ, 0.0163 MJ, 0.0387 MJ, 0.0169 MJ, 0.0169 and 8.7296 MJ respectively. Process resulted 9.008381 CO2 eq per years. The small number of eutrophication and GWP was effected by tofu production. Tofu also effected human health, e.g. PAN that caused poignancy and watery eyes, noisy and stench that caused by tofu waste. Boiling consume the most energy because a lot of biomass consumption and blower usage to keep the combustion stability in furnace. Boiling process can be optimized with redesign it.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save