Home
Login.
Artikelilmiahs
8698
Update
TINTO FOURDIANTO
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PEMASARAN KERAJINAN BAMBU HITAM (Gigantochloa atroviolacea) DI DESA KEMUTUG KIDUL KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kerajinan bambu merupakan potensi agroindustri yang berkembang di Kabupaten Banyumas, salah satunya kerajinan bambu hitam di Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden dengan produk unggulan dipan males. Kapasitas produksi dipan males setiap bulannya berkisar 4.000 – 4.500 unit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kemutug Kidul dengan tujuan untuk 1) megetahui saluran pemasaran dipan males di Desa Kemutug Kidul; 2) menganalisis efisiensi pemasaran dipan males dikaji dari struktur, perilaku dan kinerja pasar. Metode penelitian menggunakan survai dengan metode pengambilan sampel perajin menggunakan sensus berjumlah 13 perajin sebagai responden dan lembaga pemasaran dipan males menggunakan snowball sampling berjumlah 48 lembaga pemasaran. Metode analisis data yang digunakan adalah kajian struktur, perilaku dan kinerja pasar (S-C-P). Hasil penelitian menunjukan struktur pasar yang mengarah pada praktek di monopoli oleh lembaga pemasaran di atasnya. Perilaku pasar menunjukan tidak tertransmisikan perubahan harga secara sempurna di tingkat konsumen lokal, dalam pulau dan luar pulau terhadap perubahan harga di tingkat perajin. Kinerja pasar menunjukan bagian yang diterima perajin, pembagian biaya dan keuntungan setiap lembaga pemasaran belum merata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bamboo Craft is the potential of developing agro-industry in Banyumas , one of them is black bamboo craft in Kemutug Kidul Village Baturraden District with a superior product dipan males. The production capacity monthly dipan males ranged 4000-4500 units . This research was conducted in Kemutug Kidul Village which was aimed to 1 ) know dipan males marketing channels in Kemutug Kidul Village. 2 ) analyze the efficiency of dipan males marketing studied from structure , conduct and performance of the market . The survey methods was used in this research by using sampling methods through census toward 13 crafters as responders and marketing agency dipan males using snowball sampling totaling 48 marketing agencies . Data analysis method which used is the study of structure, conduct and market performance ( SCP ) . The results showed that the market structure leads formation is monopolized by marketing agencies on it . Market conduct shows no price changes are perfectly transmitted at the level of local consumers , the islands and outer islands to price changes in the level of crafter . Market performance indicates an accepted part of crafters , sharing the costs and benefits of each marketing agencies have not been evenly distributed .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save